Pemerintah Diminta Perkuat Pengawasan Harga Pangan demi Jaga Daya Beli
📅 Senin, 02 Mar 2026, 01:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/HO-Humas Bulog
Makassar – Pemerintah didorong memperkuat pengawasan harga pangan di seluruh rantai distribusi guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kegiatan mengecek langsung harga komoditas pangan di Pasar Terong, Makassar, sebagai wujud pengawasan rutin untuk menjaga daya beli masyarakat saat Ramadhan dan jelang Lebaran.
"Temuan lapangan ini menjadi sinyal penting bahwa pengawasan rutin efektif menjaga daya beli masyarakat," kata dia saat cek harga pangan di Pasar Terong Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (1/3).
Seperti dikutip dari Antara, berdasarkan hasil sidak di Pasar Terong Makassar, Minggu, sejumlah harga pangan pokok terpantau stabil dan sesuai ketentuan.
Ahmad Rizal menyebut hasil pengecekan langsung di lapangan terbilang terkendali, sebab harga beras SPHP, minyak goreng, gula dan tepung sesuai HET.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Gula dan tepung stabil. Harga daging sapi bahkan di bawah HAP sekitar Rp120.000/kg dari acuan Rp140.000. Harga ayam di kisaran Rp32.000–33.000/kg. Ini menunjukkan stabilitas harga cukup terjaga,” ujarnya.
Komoditas hortikultura pun relatif terkendali. Cabai merah keriting di Pasar Terong berada di kisaran 20.000 rupiah per kg (lebih rendah dibanding Jakarta sekitar 30.000 rupiah per kg), sementara cabai rawit 60.000 rupiah per kg (Jakarta mendekati 70.000 rupiah per kg).
Perbedaan ini dinilai menunjukkan pasokan lokal berperan menahan gejolak harga.
Ia mendorong pengawasan rutin minimal tiga kali sepekan oleh Satgas Pangan Provinsi Sulawesi Selatan bersama pengelola pasar dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel agar harga tetap terkendali hingga Idulfitri.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita ingin agar pengecer tidak memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran untuk menaikkan harga," pesannya kepada para pedagang pasar di Makassar, Minggu.
Pengawasan rutin dinilai penting karena mampu mencegah spekulasi harga seperti harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan penjualan (HAP) di kios yang memudahkan konsumen ikut mengawasi.
Selain itu, menjaga daya beli yakni stabilitas harga membantu rumah tangga merencanakan belanja jelang hari besar. Sekaligus menjamin pasokan dengan mengontrol stok dan distribusi menutup celah kelangkaan.
Jaga Kewajaran
Seiring dengan itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan terus menjaga kewajaran harga pangan selama Ramadhan 1447 Hijriah dengan mengintensifkan pengecekan kondisi riil komoditas pokok strategis ke pasar induk hingga turunan.
"Ini dilakukan untuk menjamin stabilitas harga di level konsumen akhir, mengingat pasar-pasar menjadi tumpuan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan harian," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta.
Dia menyampaikan berdasarkan hasil peninjauan lapangan tingkat harga pangan pokok strategis masih relatif bagus. Pemerintah ingin mempertahankan kewajaran harga agar masyarakat merasa nyaman dalam mengakses kebutuhan konsumsi pangannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!