PBB Minta Deeskalasi Konflik Iran
📅 Senin, 02 Mar 2026, 01:35 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Toby Shepheard/AFP
Jakarta – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengungkapkan keprihatinannya bahwa serangan terhadap Iran menunjukkan peluang diplomasi dari perundingan nuklir yang sedang berjalan telah “disia-siakan”.
Seperti dikutip dari Antara, dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengenai Iran di Markas PBB, New York, Sabtu (28/2) waktu setempat, Guterres menyoroti serangan Amerika Serikat–Israel terjadi setelah putaran ketiga perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimediasi Oman. “Saya sangat menyesalkan peluang diplomasi ini telah disia-siakan,” kata Guterres.
Ia juga menyoroti persiapan pembicaraan teknis di Wina, Austria, pada pekan depan yang rencananya dilanjutkan dengan babak baru pembicaraan politik sebagai kelanjutan negosiasi Amerika Serikat– Iran tersebut.
Sekjen PBB kemudian mendesak deeskalasi segera dan penghentian permusuhan di Timur Tengah, serta meminta seluruh pihak yang berkonflik kembali ke meja perundingan. “Saya menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan segera. Jika tidak, konflik yang lebih luas dapat terjadi dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan,” ujarnya.
Ia menegaskan semua langkah harus ditempuh untuk mencegah eskalasi lanjutan, sembari mengakui telah menerima laporan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Iran secara terpisah telah berkomunikasi dengan mitra di Timur Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Guterres juga menyerukan seluruh anggota PBB untuk mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam PBB, memastikan perlindungan warga sipil sesuai hukum humaniter internasional, serta menjamin keamanan nuklir. Pada Sabtu pagi, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa warga sipil. Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur akibat serangan rudal tersebut. Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta libur kerja selama sepekan. Sementara itu, Presiden Trump dalam wawancara dengan CBS News menyatakan bahwa perundingan dengan Iran “akan semakin mudah dibanding hari sebelumnya” setelah operasi militer tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!