Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paska Ali Khamenei Gugur, Iran Langsung Gelar Pemilihan Pemimpin Tertinggi

📅 Senin, 02 Mar 2026, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Paska Ali Khamenei Gugur, Iran Langsung Gelar Pemilihan Pemimpin Tertinggi Doc: AFP/ATTA KENARE
Ket. Warga meratapi kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel, di sebuah alun-alun di Teheran, Minggu (1/3).

TEHERAN - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani memastikan bahwa Majelis Ahli akan berkumpul pada Minggu (1/3) untuk memulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran guna menggantikan Ali Khamenei yang gugur.

“Menurut pasal 111 Konstitusi Iran, dalam hal kematian pemimpin tertinggi, Majelis Ahli harus memilih pemimpin tertinggi yang baru secepatnya,” kata Larijani, sebagaimana disiarkan televisi nasional Iran.

Pada Sabtu pagi (28/2) waktu setempat, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa rakyat sipil. Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

 Pada Minggu, televisi nasional Iran mengkonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei syahid akibat serangan rudal AS-Israel tersebut. Terkait serangan balasan, Larijani memastikan bahwa Iran tidak berniat menyerang negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah, tetapi Teheran bermaksud hanya menyerang pangkalan militer AS, yang bukan merupakan wilayah negara mereka.

 Menanggapi hal itu, akademisi dan pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman mengatakan transisi kepemimpinan di Iran dipastikan masih akan berjalan mulus menyusul gugurnya Ali Khamenei akibat serangan rudal AS dan Israel. Sebab, sistem ideologis dan institusional Iran yang sudah berjalan selama empat dekade sehingga sudah matang dan memiliki struktur kekuasaan yang berlapis.

“Pengalaman wafatnya Imam Ruhollah Khomeini pada 1989 menunjukkan bahwa transisi bisa berjalan tanpa mengguncang fondasi negara,” kata Dina merespons pertanyaan Antara terkait keberlanjutan pemerintahan Republik Islam Iran.

Terlebih, Republik Islam Iran jelasnya tidak berjalan sebagai sebuah “rezim personalistik” yang hanya bergantung pada satu figur. Terkait tokoh yang akan menjadi pengganti Ali Khamenei, Dina menyebut bahwa tokoh tersebut harus merupakan ulama yang bergelar Ayatullah, yang merupakan gelar tertinggi dalam keilmuan agama di Iran. “Iran punya banyak Ayatullah,” ujar Dina.

Di samping gelar Ayatullah, sistem Iran menjadikan integritas serta kepemimpinan yang teruji sebagai syarat lain bagi tokoh yang dapat ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi. Dina pun menjelaskan bahwa di tengah kekosongan jabatan Pemimpin Tertinggi, Majelis Ahli yang beranggotakan para ahli agama dan ulama dari seluruh provinsi Iran akan bersidang untuk memilih Pemimpin Tertinggi yang baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jakarta Fair 2026 Tebar Hadiah Undian Fantastis: 2 Unit Mobil dan 24 Motor Siap Dibagikan

Jakarta Fair 2026 Tebar Hadiah Undian Fantastis: 2 Unit Mobil dan 24 Motor Siap Dibagikan

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.