Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Padi Abadi, Terobosan Genetik untuk Jawab Tantangan Pangan dan Kerusakan Lahan

📅 Senin, 02 Mar 2026, 06:54 WIB | Oleh:

Hal yang sama berlaku untuk tanaman lain di benua lain. Setengah populasi dunia bergantung pada lahan marginal untuk pangan, menurut makalah tahun 2010 di Science, dan pembajakan tahunan sering kali kian memperburuk kondisi lahan tersebut. Sementara itu, populasi dan permintaan akan biji-bijian meningkat dengan cepat.

Salah satu jawaban yang banyak dipromosikan disebut “intensifikasi ekologis,” di mana teknik pertanian berkelanjutan seperti tanaman penutup dan polikultur digunakan untuk meningkatkan hasil panen tanpa memperluas area lahan yang ditanami atau kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya.

Tetapi para pendukung tanaman biji-bijian abadi berpendapat bahwa pertanian butuh perbaikan yang lebih mendasar pada intinya, pergeseran dari kebiasaan manusia selama 10.000 tahun untuk membersihkan lahan setiap tahun dan memulai kembali.

“Begitu banyak masalah yang kita anggap sebagai bagian dari paket pertanian—kebocoran nutrisi, erosi tanah, kehilangan karbon, invasi gulma—sebenarnya merupakan atribut dari ekosistem yang sangat terganggu ini,” kata Timothy Crews, direktur penelitian di Land Institute di Kansas, yang didirikan pada 1976 dengan tujuan mengembangkan ladang biji-bijian yang meniru padang rumput. “Mereka sangat mudah diprediksi dalam ekologi. Namun jika Anda pergi melihat ekosistem asli yang matang, Anda tidak akan menemukan masalah tersebut,” ucapnya.

Namun, mengembangkan versi abadi dari padi dan biji-bijian lainnya adalah tugas sulit. Sementara tanaman biji-bijian tahunan yang dibudidayakan mengalokasikan tiga puluh hingga enam puluh persen energinya untuk menghasilkan biji, rumput abadi mengalihkan lebih banyak energi untuk membangun akar demi kelangsungan hidup jangka panjang. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.