Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jembatan di Cipayung Amblas Lagi, padahal Belum Sepekan Diperbaiki

📅 Senin, 02 Mar 2026, 10:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jembatan di Cipayung Amblas Lagi, padahal Belum Sepekan Diperbaiki Doc: ANTARA
Ket. Kondisi jembatan amblas di Jalan Kampung Kramat RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (2/3/2026).

JAKARTA – Jembatan di Jalan Kampung Kramat RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, kembali amblas setelah diperbaiki oleh jajaran Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur.

"Sabtu (28/2) sore sampai malam saya masih bisa lewat. Minggu (1/3) kemarin sudah total begini kondisinya, mobil sudah tidak bisa lewat, motor juga harus lewat pinggir bergantian," kata salah satu pengendara motor yang kerap melintas di lokasi, Mujiyo (56) di Jalan Kampung Kramat RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (02/3).

Kondisi tersebut dikeluhkan warga dan pengguna jalan karena mengganggu akses utama penghubung wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jakarta tersebut.

Menurut Mujiyo, kerusakan kali ini terbilang parah dan terjadi secara tiba-tiba dalam dua hari terakhir. Padahal sebelumnya, bagian jalan yang sempat turun itu sudah pernah ditambal aspal.

"Setahu saya, ini pertama kali rusak separah ini. Memang sebelumnya pernah agak turun sedikit di bagian aspal, lalu ditambal, diperbaiki. Tapi, sekarang amblasnya lebih dalam dan mengganggu sekali," jelas Mujiyo.

Amblasnya jembatan itu membuat arus lalu lintas tersendat. Kendaraan yang masih bisa melintas harus bergantian, sementara mobil terpaksa mencari jalur alternatif melalui Jalan Kapuk-Sumir atau Jalan Tol PLN.

Hal itu pun berdampak pada meningkatnya waktu tempuh, bahkan berpotensi menimbulkan kemacetan di titik-titik pengalihan arus.

"Kalau muter lewat Sumir itu makan waktu lagi lima menit kalau tidak macet. Kalau macet bisa delapan menit lebih. Sangat merugikan pengguna jalan," ucap Mujiyo.

Mujiyo menambahkan selama 36 tahun melintasi jalur tersebut, baru kali ini ia menyaksikan jembatan itu amblas cukup dalam hingga membuat akses utama terganggu.

Sebagai pengemudi ojek online, kondisi tersebut turut memengaruhi pendapatannya karena waktu tempuh menjadi lebih lama.

"Apalagi kita orang jalanan, ojek online, kan mondar-mandir. Kalau mobil tidak bisa lewat, pasti tambah macet di jalan alternatif," ucap Mujiyo.

Dia mengungkapkan jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga dari Jatimurni dan Jatiwarna menuju Jakarta. Jika tidak segera ditangani secara permanen, maka kerusakan berulang dikhawatirkan terus terjadi dan merugikan masyarakat.

Dia pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar penambalan sementara, agar jembatan itu tidak kembali amblas dan akses penghubung antarwilayah tetap lancar.

Sebelumnya, sejumlah personel Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur memperbaiki jalan jembatan yang amblas di Jalan Kampung Kramat RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.