Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lemdiklat Polri Gelar Dialog Angkat Isu Sensitif, Moral Kepolisian

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 13:47 WIB | Oleh:
Lemdiklat Polri Gelar Dialog Angkat Isu Sensitif, Moral Kepolisian Doc: antara foto
Ket. Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri menggelar Dialog Literasi Kebangsaan (DILIBAS) dengan mengangkat tema 'Standar Etika Moral Menuju Transformasi Birokrasi Polri' di Jakarta pada Rabu (26/11).

JAKARTA - Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri menggelar Dialog Literasi Kebangsaan (DILIBAS) dengan mengangkat tema yang kini tengah sensitif karena digaungkan masyarakay yakni ' Standar Etika Moral Menuju Transformasi Birokrasi Polri' di Jakarta pada Rabu (26/11).

Dalam pidatonya, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Eko Rudi Sudarto menekankan pentingnya keberanian moral dan integritas sebagai fondasi percepatan transformasi Polri.

"Reformasi birokrasi tidak cukup hanya menyentuh struktur organisasi, tetapi juga harus memperkuat dimensi kultural, intelektual, dan moral setiap personel," kata Eko dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, forum tersebut dapat memperkuat nilai profesionalitas, humanisme, dan akuntabilitas di lingkungan Polri.

"Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen STIK untuk menghadirkan Polri yang adaptif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045," ujar Eko.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Prof. Koentjoro (UGM), Prof. Yudi Latif (BPIP), Prof. Paulus Wirutomo (UI/PTIK), Prof. Edward Omar Sharif Hiariej (Wamenkum), Dr. Sarah Nuraini Siregar, serta Dr. Phil. Panji Anugrah Permana.

"Mereka memaparkan pandangan strategis mengenai tantangan etika profesi, legitimasi publik, reformasi kelembagaan, hingga pentingnya membangun budaya organisasi yang sehat di tubuh Polri," tutur Eko.

Kegiatan itu juga dihadiri Pejabat Utama Mabes Polri, pejabat STIK Lemdiklat Polri, mahasiswa S1 hingga S3 STIK, serta perwakilan dari sepuluh perguruan tinggi di Jakarta.

"Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis mahasiswa mengenai isu kepercayaan publik, pembaruan sistem pemidanaan, tantangan moral aparat, hingga urgensi penguatan community policy," ungkap Eko.

Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Mutiara STIK, Jakarta Selatan, itu turut menghadirkan sederet pakar nasional, pejabat utama Polri, serta ratusan peserta dari STIK dan berbagai universitas di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.