Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerhana Bulan Total Hiasi Langit pada 3 Maret 2026, Bisa Dilihat di Seluruh Indonesia

📅 Senin, 02 Mar 2026, 10:53 WIB | Oleh:
Gerhana Bulan Total Hiasi Langit pada 3 Maret 2026, Bisa Dilihat di Seluruh Indonesia Doc: AP
Ket. Gerhana bulan total terlihat di antara gedung pencakar langit di Chicago, As pada 14 Maret 2025.,

NEW YORK — Bulan merah darah akan segera menghiasi langit untuk gerhana bulan total — dan tidak akan ada lagi hingga akhir tahun 2028.

Fenomena ini akan terlihat pada Selasa (3/3) pagi dari Amerika Utara, Amerika Tengah, dan bagian barat Amerika Selatan. Australia dan Asia timur dapat menyaksikannya pada Selasa malam. Tahap parsial gerhana dengan sebagian kecil bulan yang tertutup dapat dilihat dari Asia Tengah dan sebagian besar Amerika Selatan. Afrika dan Eropa tidak akan dapat melihatnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Laporan Tim Kerja Tanda Waktu memastikan bahwa Gerhana Bulan Total pada hari Selasa, 3 Maret 2026 dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. Fenomena gerhana terjadi mulai sore hingga malam hari dan dibagi ke dalam 7 fase gerhana.

Gerhana matahari dan bulan terjadi karena keselarasan yang tepat antara matahari, bulan, dan Bumi. Menurut NASA, ada antara empat hingga tujuh gerhana setiap tahunnya.

Gerhana cenderung terjadi secara berurutan, memanfaatkan titik ideal dalam orbit benda-benda langit tersebut. Gerhana bulan total pada hari Selasa terjadi dua minggu setelah gerhana matahari 'cincin api' yang memukau manusia dan penguin di Antartika.

Selama gerhana bulan total, Bumi berada di antara matahari dan bulan purnama, sehingga bayangannya menutupi bulan. Gerhana bulan, yang disebut juga bulan darah, tampak merah karena serpihan sinar matahari yang menembus atmosfer Bumi.

Pertunjukan ini berlangsung selama beberapa jam, dengan fase totalitas berlangsung sekitar satu jam.

Dibandingkan dengan gerhana matahari, "gerhana bulan sedikit lebih santai," kata Catherine Miller dari Observatorium Mittelman di Middlebury College.

Bagi mereka yang berada di jalur gerhana, tidak perlu peralatan khusus untuk mengamati—hanya langit yang cerah dan tanpa awan.

Gunakan aplikasi peramalan atau kalender langit daring untuk mencari waktu yang tepat di daerah Anda. Keluarlah beberapa kali untuk melihat bayangan Bumi menggelapkan bulan, yang akhirnya memperlihatkan bola berwarna merah-oranye tersebut.

"Anda tidak perlu berada di luar sepanjang waktu untuk melihat bayangan bergerak," kata astronom Bennett Maruca dari Universitas Delaware.

Gerhana bulan parsial dijadwalkan pada bulan Agustus, yang terlihat di seluruh Amerika, Eropa, Afrika, dan Asia barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.