Direktur Eksekutif CORE: Konflik Iran-Israel Dapat Memicu Lonjakan Harga Minyak Dunia
📅 Minggu, 01 Mar 2026, 11:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan serangan Israel ke Iran yang memicu ledakan besar pada Sabtu (28/2) bisa memicu lonjakan harga minyak dunia.
Saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu (01/3), Faisal menjelaskan saat ini harga minyak berada di kisaran 70 dollar AS per barel. Namun, jika konflik berlanjut, harga bisa naik ke 80 dollar AS per barel.
Lebih jauh, apabila pasokan minyak di Selat Hormuz terganggu, ia mengatakan harga bisa menembus 100 dollar AS per barel.
Selat Hormuz merupakan jalur bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Gangguan distribusi di kawasan ini berpotensi mendongkrak harga minyak mentah dunia.
“Kalau sudah sampai 100 dollar per barel, itu masuk zona tinggi, rekor. Beberapa tahun terakhir kita tidak mengalami kenaikan setinggi itu, terakhir ketika awal perang Rusia-Ukraina,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Faisal menilai konflik bersenjata antara Iran dan Israel berpotensi meluas menjadi konflik regional dengan keterlibatan Amerika Serikat. Dukungan dari China dan negara-negara yang berada di belakang Iran juga bisa memperpanjang eskalasi.
“Ada kemungkinan perang ini berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan,” ujarnya.
Faisal menambahkan lonjakan harga minyak dunia ini akan berdampak langsung pada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. BBM nonsubsidi dipastikan naik mengikuti harga pasar internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, menurutnya, yang lebih mengkhawatirkan adalah potensi penyesuaian harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, yang digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.
“Peningkatan harga ini tentu saja berpotensi mempengaruhi inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat pada umumnya,” kata Faisal.
Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan parah serta menimbulkan korban sipil.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta ke fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Media resmi Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu mengumumkan dimulainya “operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Iran” menyusul konfirmasi syahidnya Khamenei.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!