Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenag Gelar Takjil Pesantren, Bahas Proyeksi Santri Masa Depan

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 10:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenag Gelar Takjil Pesantren, Bahas Proyeksi Santri Masa Depan Doc: Kemenag
Ket. Gelaran Takjil Pesantren yang dirangkai dengan Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan.

JAKARTA - Kementerian Agama menggelar Takjil Pesantren yang dirangkai dengan Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan, yang menjadi bagian dari rangkaian program Ramadhan Direktorat Pesantren bertajuk “San Trend Ramadhan”.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Kamarudin Amin menyampaikan santri tidak hanya dituntut untuk tafaqquh fiddin, tetapi juga memahami dan menguasai ilmu ketatanegaraan serta kebangsaan agar mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang.

“Santri masa kini jika bisa tidak hanya memiliki target tafaqquh fiddin tetapi bisa belajar ketatanageraaan juga sehingga bisa sukses di pos pos strategis,” ujar Kamarudin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh PP Al-Tsaqafah Said Aqil Siradj mengatakan pesantren memiliki kekayaan tradisi keilmuan yang sangat besar, salah satunya melalui khazanah kitab kuning yang menjadi fondasi pembelajaran.

Kiai Said menjelaskan konstruksi keilmuan pesantren bertumpu pada tiga pilar utama, yakni bayan ilahi yang bersumber dari wahyu, bayan nabawi yang merujuk pada sunnah, serta bayan aqli yang berkembang melalui ijtihad ulama seperti ijma dan qiyas.

“Pesantren itu kaya, salah satunya karena tradisi kitab kuningnya. Di dalamnya ada bayan ilahi, ada bayan nabawi, dan juga bayan aqli yang melahirkan ijma serta qiyas sebagai metode istinbath hukum,” kata Said Aqil.

Sementara itu, Direktur Pesantren Basnang Said menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian “San Trend Ramadhan” yang meliputi Takjil Pesantren, Pesantren di Radio, Ramadhan Insight, Ngaji Bandongan Online, dan berbagai agenda lainnya.

Kegiatan Takjil Ramadhan dilaksanakan dengan pendekatan tematik, dan pada pelaksanaan perdananya di PP Al-Tsaqafah Ciganjur mengangkat tema Dari Pesantren untuk Dunia: Proyeksi Santri Masa Depan.

Pada momen tersebut, Basnang menegaskan tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan arah strategis pembinaan santri ke depan. Ia menekankan pentingnya menghadirkan figur santri yang kuat dalam tradisi, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki komitmen kebangsaan yang kokoh.

“Santri masa depan yang kita proyeksikan adalah santri yang berakar kuat pada tradisi keilmuan pesantren sebagaimana dicontohkan oleh Kiai Said, menguasai khazanah klasik, tetapi tetap terbuka terhadap perkembangan zaman,” kata Basnang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...

Pemkot Bandung Dukung Percepatan Program Bedah Rumah

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Dukung Perce...
Advertisement
Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.