Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Risiko Nilai Tukar Rupiah Picu Yield Obligasi RI Tertinggi di ASEAN

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Risiko Nilai Tukar Rupiah Picu Yield Obligasi RI Tertinggi di ASEAN Doc: antara
Ket. YB Suhartoko Dosen Magsiter Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya - Memang benar imbal hasil yang tinggi untuk menarik pembeli, tetapi itu juga berarti obligasi rupiah Indonesia mempunyai risiko nilai tukar yang tinggi dibanding negara lain.

JAKARTA - Penurunan outlook Indonesia oleh Moody’s menjadi negatif awal Februari lalu, memicu kenaikan imbal hasil Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Untuk salah satu seri SBSN, imbal hasil rata-ratanya mendekati tujuh persen. Keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan yang dikutip di Jakarta, Rabu (25/2) menyebutkan total penawaran masuk pada lelang kali ini mencapai 35,61 triliun rupiah.

 Dari penawaran tersebut, pemerintah menyerap dana senilai 20 triliun rupiah dari lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk pada 24 Februari 2026. Serapan tertinggi berasal dari seri SPNS23112026 (penerbitan baru) yang dimenangkan sebesar 6,25 triliun rupiah dari penawaran masuk 6,35 triliun rupiah. Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 4,80000 persen dengan jatuh tempo 23 November 2026.

Serapan berikutnya yaitu seri PBS038 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar 3,45 triliun rupiah dari penawaran masuk 9,03 triliun rupiah dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,70000 persen dengan jatuh tempo 15 Desember 2049.

Berikutnya, pemerintah memenangkan nominal sebesar 3,25 triliun rupiah dari seri PBS030 (pembukaan kembali) yang menerima penawaran masuk 10,9 triliun rupiah. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 5,20974 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2028.

Dari seri SPNS10082026 (pembukaan kembali), pemerintah menyerap dana sebesar 2,35 triliun rupiah dari penawaran masuk 2,4 triliun rupiah. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,60000 persen dengan jatuh tempo 10 Agustus 2026. Kemudian, dari seri PBS005 (pembukaan kembali), pemerintah memenangkan nominal sebesar 2,2 triliun rupiah dari penawaran masuk 2,94 triliun rupiah.

 Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,62115 persen dengan jatuh tempo 15 April 2043.

Posisi Tawar Tinggi

Dosen Magsiter Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko yang diminta tanggapannya mengatakan, secara umum jumlah obligasi selalu ditawarkan diatas obligasi yang diserap masyarakat. Hal itu berarti pembeli obligasi mempunyai posisi tawar yang tinggi, sehingga dapat mendorong peningkatan imbal hasil.

 Itu juga yang menyebabkan rata rata imbal hasil obligasi Indonesia lebih tinggi dari negara ASEAN lainnya. Yield obligasi Filipina tenor 10 tahun bergerak di kisaran 5,88 - 5,89 persen per Februari 2026, sedangkan Malaysia untuk tenor yang sama lebih rendah, berada di kisaran 3,52- 3,53 persen per Februari 2026.

Begitu juga denganyield Singapore Government Securities (SGS) 10 tahun berada di kisaran 1,91-1,95 persen dan diperkirakan akan terus menurun secara bertahap sepanjang 2026 sejalan dengan penurunan yield US Treasury. Thailand juga yield obligasi 10 tahun berada di kisaran 1.90 persen.

 “Memang benar imbal hasil yang tinggi untuk menarik pembeli, tetapi itu juga berarti obligasi rupiah Indonesia mempunyai risiko nilai tukar yang tinggi dibanding negara lain, oleh karena itu pekerjaan rumah ke depan tetap stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Suhartoko.

Direktur eksekutif Celios, Bhima Yudhistira mengatakan, lelang sukuk sebenarnya relatif sepi peminat karena hanya mampu kumpulkan 20 triliun rupiah. Padahal total kebutuhan pembayaran bunga dan utang jatuh tempo tahun ini lebih dari 1.350 triliun. Menjelang lelang berikutnya, Bhima menilai semakin berat karena apetite investor ritel dan institusi sedang melemah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.