Pemkot Cilegon Klaim JLS Siap Jadi Jalur Andalan Mudil Lebaran 2026 Mulai H-10
📅 Rabu, 25 Feb 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Desi Purnama Sari
CILEGON – Kesiapan Jalan Lingkar Selatan (JLS) sebagai jalur mudik Lebaran 2026 menjadi faktor strategis dalam mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama.
Optimalisasi JLS dapat berfungsi sebagai buffer route yang mendistribusikan arus kendaraan, terutama saat puncak pergerakan pemudik. Dengan demikian, beban pada jalan nasional dan titik-titik rawan macet bisa ditekan secara signifikan.
Secara teknis, kesiapan JLS tidak hanya diukur dari kondisi fisik jalan yang laik dan aman, tetapi juga kelengkapan rambu, penerangan, marka, hingga dukungan fasilitas penunjang seperti rest area dan pos pengamanan.
Integrasi manajemen lalu lintas serta koordinasi lintas instansi juga menjadi kunci agar jalur alternatif ini benar-benar efektif, bukan sekadar opsi di atas kertas.
Jika seluruh aspek tersebut terpenuhi, JLS berpotensi menjadi solusi konkret untuk menciptakan arus mudik yang lebih lancar, aman, dan terdistribusi merata pada Lebaran 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, Banten, memastikan kesiapan Jalan Lingkar Selatan (JLS) untuk digunakan sebagai jalur mudik Lebaran 2026 mulai H-10 Idul Fitri guna menjamin kelancaran arus lalu lintas.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, di Cilegon, Rabu (25/2), mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2 miliar melalui dana swakelola di Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mendukung infrastruktur yang aman dan nyaman bagi para pemudik.
"Dana swakelola tersebut disiapkan untuk membiayai perawatan serta perbaikan sementara pada jalan dan jembatan di wilayah Kota Cilegon yang mengalami kerusakan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Robinsar menjelaskan, pada masa angkutan Lebaran tahun ini, dana swakelola tersebut juga dimanfaatkan untuk perbaikan jembatan di sepanjang JLS yang belum tertangani oleh proyek pusat.
Mengingat perbaikan jalan sepanjang 2,1 kilometer yang tengah dilakukan oleh Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) tidak mencakup sejumlah titik jembatan yang rusak, maka Pemkot Cilegon mengambil langkah perbaikan sementara.
"Untuk jembatan, sementara hanya dikupas aspalnya dan dilapisi kembali. Konstruksi permanen membutuhkan waktu lama, jadi sementara kita keruk dulu aspalnya lalu ditimpa lagi agar rata," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perbaikan skala kecil atau penambalan lubang akan dilakukan oleh tim teknis Dinas PU yang dikenal sebagai pasukan hitam. Meski anggaran Rp2 miliar tersebut mencakup pemeliharaan jalan se-Kota Cilegon, Robinsar menekankan prioritas pada jalur mudik.
Selain fokus pada perbaikan aspal dan jembatan, Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perhubungan juga tengah mengoptimalkan fasilitas penunjang lainnya. Saat ini, sebanyak 33 titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) telah dipasang di lokasi strategis sepanjang jalur mudik.
"Lampu-lampu dari Dishub sedang dioptimalkan agar 100 persen menyala saat puncak arus mudik nanti, sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat terjaga," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!