Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tangerang Raya Jadi Wilayah Paling Rawan Peredaran Narkoba di Banten

📅 Selasa, 23 Des 2025, 08:43 WIB | Oleh:
Tangerang Raya Jadi Wilayah Paling Rawan Peredaran Narkoba di Banten Doc: antara foto
Ket. Kepala BNNP Banten Brigjen Pol Rohmad Nursahid di Kota Serang.

SERANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten menyatakan wilayah Tangerang Raya sebagai kawasan paling rawan peredaran narkoba sepanjang 2025, dipengaruhi posisi geografis yang strategis, akses transportasi  serta mobilitas penduduk yang tinggi.

Kepala BNNP Banten Brigjen Pol Rohmad Nursahid di Kota Serang, Senin (22/12) menilai kondisi tersebut dimanfaatkan oleh jaringan sindikat narkoba lintas daerah.

“Tangerang Raya berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, memiliki akses transportasi darat, laut, dan udara, kawasan industri besar, serta permukiman padat. Kondisi geografis ini menjadikan wilayah tersebut sangat rentan dimanfaatkan jaringan narkotika,” ujarnya saat konferensi pers capaian kinerja penanganan dan pencegahan narkotika 2025.

Menurut dia, dinamika aktivitas ekonomi di Tangerang Raya menciptakan pola peredaran yang cepat berpindah.

“Mobilitas penduduk yang tinggi menjadi celah bagi sindikat narkotika. Pola peredaran tidak lagi statis, tetapi mengikuti pergerakan manusia dan aktivitas ekonomi,” tegasnya.

Sebelumnya, BNNP Banten mencatat keberhasilan mengungkap 23 berkas kasus tindak pidana narkotika pada 2025, melampaui target 20 kasus. Total tersangka yang diamankan mencapai 20 orang, terdiri dari 17 laki-laki dan 3 perempuan. Seluruhnya merupakan WNI, mayoritas lulusan SMA dan berusia di atas 30 tahun.

Pengungkapan tersebut menghasilkan penyitaan barang bukti di antaranya 5,7 kilogram sabu, 14,5 kilogram ganja, serta 210 butir ekstasi. Nilai potensi kerugian akibat peredaran barang haram itu yang berhasil dicegah diperkirakan mencapai Rp5,8 miliar, serta berpotensi menyelamatkan lebih dari 52.000 jiwa.

Rohmad memastikan pemberantasan jaringan narkotika di Banten dilakukan secara terintegrasi melibatkan unsur pemerintah daerah, kepolisian, TNI, Kemenkumham, BIN daerah, Bea Cukai, swasta, akademisi, hingga tokoh agama dan masyarakat.

“Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam pengungkapan jaringan narkotika di Banten,” ujarnya.

Ke depan, wilayah Tangerang Raya disebut tetap menjadi fokus operasi, mengingat arus keluar-masuk penduduk yang fluktuatif dan tren penggunaan narkoba yang berkembang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

12 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Megapolitan
Selama Agustus, DKP Tangera...

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.