Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Tangerang Pasang Mata Tajam, Dana CSR Kopdes Merah Putih Tak Boleh Melenceng

📅 Senin, 23 Feb 2026, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Tangerang Pasang Mata Tajam, Dana CSR Kopdes Merah Putih Tak Boleh Melenceng Doc: ANTARA/Azmi Samsul M
Ket. Ilustrasi - Koperasi Desa Merah Putih.

TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, memperketat pengawasan terhadap penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp100 juta yang diterima Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Langkah ini mencerminkan upaya memastikan dana tersebut benar-benar dimanfaatkan secara produktif, transparan, dan tepat sasaran dalam memperkuat kapasitas usaha koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Pengawasan menjadi krusial agar dana CSR tidak hanya terserap secara administratif, tetapi juga berdampak nyata terhadap pengembangan usaha anggota, peningkatan omzet, serta penciptaan nilai tambah ekonomi lokal.

Dengan tata kelola yang akuntabel, intervensi ini berpotensi memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Tangerang.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah di Tangerang, Minggu (22/2), menuturkan setiap KDKMP yang telah menerima modal awal tersebut harus dipertanggungjawabkan penggunaannya.

"Jadi untuk pengawasan ini tidak hanya dilakukan oleh dinas terkait, tetapi juga melibatkan pihak lain termasuk Kejaksaan," katanya.

Ia menjelaskan, sebagai langkah konkrit pemerintah daerah dalam mengawal dan mengawasi penyelenggaraan program KDKMP, pihaknya rutin menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) bagi pengurus koperasi untuk meningkatkan kemampuan manajerial.

"Langkah ini sebagai salah satu yang paling intensif dilakukan di Indonesia demi memastikan program KDKMP selaras dengan instruksi pemerintah Pusat," katanya menambahkan.

Anna juga mengatakan bahwa penyelenggaraan program koperasi desa yang diinisiasi pemerintah pusat ini, dinilai sangat mempengaruhi terhadap motor penggerak ekonomi kerakyatan yang langsung menyentuh masyarakat desa.

"Yang penting beroperasional terlebih dahulu, meskipun gerai sementaranya kecil, agar masyarakat bisa melihat wujud koperasinya dan tertarik menjadi anggota. Ini soal perputaran ekonomi di tingkat bawah," jelasnya.

Dalam hal ini, sudah terdapat 80 persen koperasi desa di Kabupaten Tangerang sudah mulai beroperasi. Namun, sisanya masih terdapat beberapa kendala pada tingkat desa serta masalah di internal kepengurusan.

Beberapa pengelola KDKMP mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan barang kebutuhan pokok seperti minyak goreng, beras, dan gas Elpiji. Hal ini diduga karena tingginya permintaan pasar dan dominasi suplier besar.

Saat ini, pembangunan fisik gerai yang dibangunkan oleh PT. Agrinas Pangan Indonesia yang bekerja sama dengan pihak TNI baru mencapai 11 unit dari target 274 desa. Banyak pengurus koperasi yang merasa keberatan dengan tingginya biaya sewa ruko.

"Kami mendorong kepala desa untuk lebih proaktif menyediakan fasilitas di area kantor desa agar operasional tetap berjalan," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.