Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menyulap Kritik Sosial Menjadi Pentas Teater di Bulan Bahasa Bali 2026

📅 Senin, 23 Feb 2026, 23:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menyulap Kritik Sosial Menjadi Pentas Teater di Bulan Bahasa Bali 2026 Doc: Antara

Denpasar - Komunitas Wartawan dan Penulis Budaya (Kawiya) Bali menyulap kritik sosial atas kondisi hari ini di Bali menjadi sebuah pementasan teater moderen dalam peringatan Bulan Bahasa Bali 2026.

“Kami mengaitkan kondisi sosial hari ini dengan tema Bulan Bahasa Bali yaitu Atma Kerthi dengan mengambil mitologi Jaratkaru, sosok yang melegenda yang diminta menikah demi menyelamatkan leluhurnya yang digantung karena tidak memiliki keturunan,” ucap Ketua Kawiya Bali I Putu Suryadi.

Suryadi di Denpasar, Senin, menjelaskan jika ditarik pada kondisi hari ini, figur Jaratkaru memberi pesan akan adanya hutang yang perlu dibayar manusia demi menyelamatkan leluhurnya.

Hutang ini meninggalkan jejak sosial yang akhirnya membentuk hidup generasi berikutnya hari ini, ada tanggung jawab berulang yang harus dipikul, bertemu dengan beban untuk bertahan hidup.

Wartawan atau pekerja media yang sehari-hari merekam fenomena di masyarakat menemukan adanya kaitan antara kondisi Bali saat ini seperti beratnya ekonomi, kemacetan, alih fungsi lahan, persoalan sampah, hingga banjir, dengan hutang yang mau tidak mau ditanggung generasi muda penerus.

“Alih-alih memposisikan mitos sebagai cerita masa lalu, pertunjukan ini memperlakukannya sebagai resonansi atas realitas kontemporer, kisah tentang leluhur yang menggantung bertemu dengan cerita tentang banjir, kemacetan, dan tubuh-tubuh yang terus bergerak untuk bertahan hidup,” ujar Suryadi.

Panggung Bulan Bahasa Bali yang memberi ruang bagi aktivitas seni budaya kemudian disulap menjadi ruang kritik sosial yang ternyata memiliki kaitan dengan mitologi Bali.

Suryadi menyampaikan pada kesempatan ini Kawiya Bali menampilkan empat aktor yang menari dan menuturkan keluh kesah generasi muda yang menjalankan kehidupan hari ini sambil dicekoki penuturan kisah Jaratkaru.

Di sela pertunjukan, belasan wartawan muncul bersautan membacakan berita berbahasa bali berisi realitas sosial di Pulau Dewata sambil berjalan mengelilingi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali.

“Ini untuk mengajak penonton masuk dalam cerita, menyadarkan bahwa semua kondisi ini nyata dan dipotret oleh teman-teman media,” ucap Suryadi.

Atas penampilan tersebut, Ketua TP PKK Bali Putri Suastini Koster menyampaikan apresiasi karena profesi wartawan di Bali ikut mengambil peran dalam melestarikan seni dan budaya.

Pendamping Gubernur Bali Wayan Koster itu melihat penyampaian kritik sosial melalui pertunjukan seni dibalut berita-berita hasil peliputan di lapangan adalah metode baru yang lebih moderen.

“Saya lihat luar biasa antara teori dengan kemampuan di panggung, konsepnya saya lihat dengan jelas, ini mengajak kita jangan takut menyampaikan protes asal beretika, misalnya macet jabarkan saja ribut lah di atas panggung iris setajam silet,” ujarnya.

Dengan begitu, Putri Koster menilai ke depan generasi muda akan lebih terpacu untuk mengkritisi pemerintah dengan cara yang baik, didukung karya-karya jurnalistik yang mencerahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.