Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Iran Menyambut 'Sinyal Menggembirakan' dari AS Menjelang Pembicaraan Nuklir Jenewa

📅 Senin, 23 Feb 2026, 14:32 WIB | Oleh:

Araghchi menyebutkan beberapa kerugian akibat  sanksi AS selama dua dekade , pembunuhan yang ditargetkan terhadap ilmuwan Iran , dan  serangan AS-Israel terhadap fasilitas nuklir pada Juni tahun lalu.

“Kami tidak akan menghentikan [program nuklir kami]. Tidak ada alasan hukum untuk melakukan itu selama semuanya damai dan terlindungi” oleh badan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), kata Araghchi.

Sebagai "anggota yang berkomitmen" terhadap  Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) , yang mewajibkan negara-negara non-senjata nuklir untuk tidak mencari atau memperoleh senjata nuklir, Iran "siap untuk bekerja sama sepenuhnya dengan badan tersebut," tambah Araghchi.

Pengayaan damai

Namun ia menekankan bahwa berdasarkan perjanjian tersebut, Teheran juga memiliki “hak penuh untuk menikmati energi nuklir secara damai, termasuk pengayaan”.

“Pengayaan uranium adalah bagian sensitif dari negosiasi kami. Tim Amerika mengetahui posisi kami, dan kami mengetahui posisi mereka. Kami telah bertukar kekhawatiran, dan saya pikir solusi dapat dicapai,” kata menteri tersebut.

Sementara itu, Washington juga berupaya memperluas pembicaraan di luar isu nuklir untuk mencakup program rudal Iran dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok bersenjata regional.

Iran telah menolak tuntutan tersebut, dan Araghchi mengatakan kepada CBS bahwa delegasi Iran saat ini "hanya bernegosiasi mengenai masalah nuklir".

Ia juga mengatakan bahwa delegasi Iran sedang bekerja menjelang pertemuan berikutnya untuk menyajikan draf yang mencakup “unsur-unsur yang dapat mengakomodasi kekhawatiran dan kepentingan kedua belah pihak” untuk mencapai “kesepakatan cepat”.

Diplomat senior Iran itu menambahkan bahwa kesepakatan tersebut kemungkinan akan "lebih baik" daripada Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) , yang dinegosiasikan oleh mantan Presiden AS Barack Obama pada tahun 2015.

“Ada beberapa elemen yang bisa jauh lebih baik daripada kesepakatan sebelumnya,” katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut. “Saat ini, tidak perlu terlalu banyak detail. Tetapi kita dapat menyepakati program nuklir kita untuk tetap damai selamanya, dan pada saat yang sama, agar lebih banyak sanksi dicabut.”

'Sama sekali tidak realistis'

Beberapa pengamat kurang optimis tentang peluang tercapainya kesepakatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.