Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Brasil: Maduro Harus Diadili di Venezuela, Bukan di AS

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 10:05 WIB | Oleh:
Presiden Brasil: Maduro Harus Diadili di Venezuela, Bukan di AS Doc: Al Jazeera/Reuters
Ket. Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kiri) dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berpelukan sebelum KTT di Brasilia, Brasil, pada tahun 2023

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro harus diadili, namun pengadilan tersebut harus berlangsung di pengadilan Venezuela, bukan di Amerika Serikat, tempat ia saat ini ditahan setelah diculik oleh militer AS.

“Saya percaya bahwa jika Maduro harus diadili, dia harus diadili di negaranya, bukan di luar negeri,” kata Lula dalam sebuah wawancara, yang disiarkan Al Jazeera. Ia menekankan bahwa “yang terpenting sekarang adalah membangun kembali demokrasi di Venezuela”.

“Masalah ini harus diselesaikan oleh rakyat Venezuela, dan bukan oleh campur tangan asing,” kata Lula, seraya mengutip sejarah kediktatoran yang didukung AS di Amerika Latin, termasuk Chili, Argentina, dan Uruguay.

“Kita tidak bisa menerima bahwa kepala negara suatu negara dapat menyerang negara lain dan menangkap presidennya,” tambah pemimpin Brasil itu.

Komentar Lula muncul ketika penjabat presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, telah berupaya membebaskan ratusan politisi, aktivis, dan pengacara yang dipenjara selama masa pemerintahan Maduro, yang dimulai pada tahun 2013.

Warga Brasil itu secara terbuka mengkritik penculikan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 3 Januari.

Maduro diterbangkan ke New York setelah penculikannya dalam serangan malam berdarah di Caracas. Sejak itu, ia dituduh oleh pihak berwenang AS merencanakan pengangkutan narkoba ke AS bersama dengan tuduhan lainnya.

Data pemerintah AS sendiri menunjukkan bahwa Venezuela bukanlah salah satu produsen narkoba utama di dunia; namun, pejabat pemerintahan Trump menuduh Maduro dan pihak lain bekerja sama dengan kelompok perdagangan narkoba terbesar di kawasan itu, termasuk di Kolombia dan Meksiko.

Meskipun pemerintahan Trump mengklaim bahwa peningkatan kekuatan militer di dekat Venezuela dan blokade maritim terhadap negara itu difokuskan untuk memerangi perdagangan narkoba, Trump telah mengklaim cadangan minyak Venezuela sejak menggulingkan Maduro.

Trump juga mengundang perusahaan minyak AS untuk mengeksploitasi minyak venezuela dan mengatakan bahwa ia ingin hasil penjualan minyak Venezuela "untuk memberi manfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.