Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Budaya Sumedang Bercerita, di antara senja Ramadan dan tarawangsa

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 15:51 WIB | Oleh:

“Ngabuburit kali ini bukan sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi diisi seni, budaya, dan dakwah yang menyentuh hati,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang yang saling menguatkan, tempat pesan dan tradisi berpadu, mengisi bulan puasa dengan makna.

“Ini hal yang saling melengkapi. Saya mengajak masyarakat untuk mengisi bulan puasa dengan kegiatan yang bermanfaat, berdampak, dan meninggalkan kesan mendalam. Ngabuburit bukan sekadar waktu, tetapi momentum merawat budaya dan iman,” katanya.

Menjelang magrib, doa dipanjatkan,. Azan pun kemudian berkumandang, dan warga berbuka bersama dengan suasana hangat dan kebersamaan terasa kental. Anak-anak memegang takjil, orang tua menyiapkan makanan, dan seniman menutup pertunjukan dengan senyum lega.

Di antara penonton yang menikmati acara, seorang mahasiswi asal Bogor bernama Keiza (21)  mengaku mengetahui kegiatan itu dari temannya.

Ia tampak antusias mengikuti rangkaian acara, terlebih karena suasananya yang terasa asli dan adem, sehingga membuat waktu menunggu maghrib terasa lebih menyenangkan sekaligus bermakna.

“Seru banget. Buat aku sih ini bisa belajar juga tentang wayang. Cocok banget buat nunggu waktu maghrib, suasananya asli dan adem,” ujar Keiza.

Di Geotheater, ngabuburit kini menjadi lebih dari sekadar menunggu waktu berbuka. Ini adalah cara merawat identitas di antara senja, tarawangsa, tawa anak-anak, dan doa yang mengalun pelan namun pasti, meninggalkan jejak yang hangat bagi setiap hati yang hadir.

Puseur Budaya

Geotheater sendiri dirancang sebagai pusat pengembangan seni budaya di Rancakalong, wilayah yang dihuni sekitar kurang lebih 45 ribu jiwa.

Di sini, berbagai kesenian tradisional tampil rutin setiap Sabtu dalam program Ekosistem Budaya Kasumedangan, mulai dari jaipongan, kaulinan tradisional, Ngulik Bareng Gamelan, panahan tradisional, hingga tarawangsa.

Tempat ini tidak hanya sebagai panggung pertunjukan, tetapi juga ruang edukasi budaya bagi generasi muda.

Pemerintah daerah berencana memperkuat fasilitas kawasan, mulai dari penambahan lampu penerangan, pelebaran jalan, hingga pengembangan camping ground bernuansa seni budaya serta unit usaha UMKM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Masuk...
Nasional
Menkeu Katakan Belanja Nega...

Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Mathew Baker Jadi Debutan T...
Megapolitan
PT Transportasi Jakarta Gel...
Olahraga
Jonatan Christie Amankan Te...

Sabar dan Reza Sukses Menembus Semifinal

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Sabar dan Reza Sukses Menem...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.