Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akses Jalan Sulit, Pembangunan Huntara Korban Banjir Aceh Timur Terhambat

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 04:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akses Jalan Sulit, Pembangunan Huntara Korban Banjir Aceh Timur Terhambat Doc: Antara
Ket. Foto udara Dusun Ranto Panyang Rubek yang dampak banjir bandang di Desa Sijudo, Pante Bidari, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (21/2/2026). Sebanyak 176 jiwa dari 46 KK dari Dusun Ranto Panyang Rubek kehilangan tempat tinggal dan fasilitas umum akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda desa tersebut pada akhir November 2025.

Aceh Timur, Aceh - Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban banjir bandang yang tinggal di dusun-dusun terisolir di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, terhambat akses jalan yang sulit. 

Kepala Dusun Ranto Panyang Rubek, Jahidin yang ditemui di Dusun Ranto Panyang Rubek, Desa Sijudo, Pante Bidari, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (21/2), menyampaikan, pihaknya sudah mendaftarkan dusun mereka untuk menerima bantuan huntara dari pemerintah.

Namun pembangunan huntara terhambat akses jalan yang sulit. Karena itu, para penyintas bencana tersebut masih tinggal di pengungsian.

"Kami masih tinggal di pengungsian. Kami sudah mendaftar untuk huntara, tetapi karena kadang kondisi jalan kami, karena kondisi cuaca, kadang alat nggak bisa masuk,” ujarnya.

Jahidin menjelaskan bahwa Dusun Ranto Panyang Rubek merupakan salah satu dusun dengan dampak terparah akibat banjir bandang yang melanda Aceh Timur pada akhir November 2025.

Penduduk Dusun Ranto Panyang Rubek terdiri atas 46 Kepala Keluarga (KK) dan sebanyak 32 KK kehilangan rumah. Sedangkan rumah yang tersisa mengalami rusak berat sehingga mau tidak mau mereka tinggal di pengungsian.

Dusun ini merupakan salah satu dusun yang hilang dengan lokasi yang terisolir. Untuk mengakses Dusun Ranto Panyang Rubek dari jalan utama, seseorang harus menembus perkebunan sawit

Jalan yang masih berselimut lumpur dengan durasi perjalanan kurang lebih 2 jam. Jalan berselimut lumpur yang dilalui bukanlah jalan datar, melainkan tanjakan terjal dan turunan berkelok.

Kondisi jalan yang basah, terutama setelah diguyur hujan, rawan membuat kendaraan tergelincir. Karena itu, untuk mengakses Dusun Ranto Panyang Rubek dibutuhkan kendaraan dengan spesifikasi tertentu, terlebih untuk mendukung perjalanan di luar jalur utama (off-road).

Ekstremnya perjalanan yang harus ditempuh menyebabkan kawasan tersebut terisolir dari bantuan-bantuan yang dibutuhkan pascabencana.

“Sebagian masyarakat kami memanfaatkan kayu-kayu sisa untuk membuat hunian sementara, sambil menunggu (huntara pemerintah),” ujar Jahidin.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan terdapat 29 desa yang hilang karena tersapu longsor atau banjir. Dari jumlah tersebut, 21 desa berada di Aceh, tersebar di Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah dan Gayo Lues.

Hilangnya desa-desa tersebut menjadi persoalan serius karena menyangkut relokasi penduduk serta penataan ulang administrasi pemerintahan desa, apakah akan dibangun kembali di lokasi baru atau dihapus dari sistem administrasi wilayah.

Secara keseluruhan, bencana di tiga provinsi tersebut menyebabkan 1.205 orang meninggal dunia dan 139 orang masih dinyatakan hilang. Wilayah terdampak mencapai 52 kabupaten/kota, 491 kecamatan dan 4.511 desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.