Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Populasi Orang Asli Papua Menurun, Program Bayi Tabung Jadi Solusi

📅 Sabtu, 21 Feb 2026, 08:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Populasi Orang Asli Papua Menurun, Program Bayi Tabung Jadi Solusi Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah dr. Agus saat Talkshow 1 tahun kepemimpinan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley di Nabire, Jumat (20/2/2026).

NABIRE - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menjadikan program bayi tabung sebagai salah satu solusi untuk menjaga pertumbuhan populasi Orang Asli Papua (OAP) yang dinilai cenderung menurun akibat berbagai masalah kesehatan reproduksi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkse) Papua Tengah Agus di Nabire, Jumat, mengatakan program tersebut disiapkan secara gratis bagi masyarakat melalui kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur meskipun biaya layanan bayi tabung tergolong tinggi.

“Program bayi tabung jalan, sehingga masyarakat Papua tidak perlu lagi berobat ke luar daerah. Cukup ke Papua Tengah dan itu gratis,” katanya.

Ia menjelaskan berdasarkan data kesehatan, angka kelahiran di Papua Tengah mengalami penurunan, yang salah satunya dipengaruhi infeksi saluran reproduksi, baik pada laki-laki maupun perempuan, akibat pola perilaku kesehatan yang kurang baik.

Program bayi tabung, kata dia, diharapkan dapat membantu pasangan yang mengalami gangguan kesuburan, sekaligus menjaga keberlangsungan populasi OAP.

Selain program tersebut, lanjutnya, pemprov juga mengusung Program KoHarus Sehat (Kartu Otsus Harapan Baru Sehat Papua Tengah) yang memiliki tiga pendekatan utama, yakni preventif-promotif melalui skrining kesehatan dan imunisasi, jaminan pembiayaan kesehatan, serta sinergi lintas pemerintah.

Ia menyebutkan Papua Tengah saat ini memiliki 150 puskesmas, namun baru 127 yang teregistrasi dan sekitar 60 yang terakreditasi sehingga penguatan layanan kesehatan dasar masih menjadi prioritas.

Pendekatan pembiayaan kesehatan, kata dia, dilakukan dengan memudahkan masyarakat memperoleh layanan berobat cukup menggunakan Kartu Keluarga (KK). Jika tidak tercakup Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) dari pusat, maka pembiayaan akan ditanggung melalui jaminan kesehatan daerah kabupaten.

Sementara itu Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menekankan sebagai provinsi baru, Papua Tengah membutuhkan pendekatan pembangunan kesehatan yang spesifik sesuai kondisi geografis dan karakter masyarakat.

“Ini provinsi baru dengan karakter masyarakat berbeda-beda sehingga kami sedang mencari formula yang tepat untuk penanganan yang lebih khusus dan spesifik,” ujarnya.

Ia menambahkan fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan seluruh masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis melalui penguatan kerja sama dengan berbagai rumah sakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.