Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dari Danau Singkarak, Ikan Bilih Antar Tiga Anak Elvi Jadi Sarjana

📅 Sabtu, 21 Feb 2026, 21:55 WIB | Oleh:

Tidak hanya menjual atau menerima pesanan dari pusat oleh-oleh yang ada di Ranah Minang, olahan ikan bilih miliknya juga dijual ke berbagai provinsi di Tanah Air. Bahkan, beberapa kali Ibu tiga anak ini juga mengirimkan ikan bilih goreng ke luar negeri.

"Kebetulan hari ini ada pesanan satu kilogram ikan bilih goreng untuk dikirim ke California, Amerika Serikat. Sebelumnya, saya juga mengirimkan oleh-oleh ikan bilih ke Kanada," kata dia.

Dalam sebulan, ia bisa meraup omzet Rp10 hingga Rp15 juta. Bahkan, pada saat menjelang Idul Fitri, jual beli ikan bilih olahan miliknya bisa menghasilkan Rp20 juta hingga Rp30 juta. Selain Lebaran, menjelang pergantian tahun baru juga menjadi momentum tingginya permintaan konsumen dengan omzet berkisar di angka Rp10 juta.

Perjuangan Elvi menghidupi ketiga anaknya hingga berhasil juga dilalui oleh Maria Ulfa (50). Warga di sekitar Danau Singkarak ini telah berdagang ikan bilih dari pasar ke pasar belasan tahun lamanya.

Sejak 2007 ia sudah mulai berjualan ikan bilih ke Pasar Koto Baru di Kabupaten Tanah Datar, Pasar Kota Padang Panjang, hingga pasar tradisional di Kota Bukittinggi. Sudah 19 tahun lamanya ia berdagang ikan bilih hingga ketiga anaknya berhasil menjadi sarjana.

"Tiga anak saya sudah sarjana dari usaha berdagang ikan bilih, sekarang tinggal satu lagi yang masih menempuh sekolah dasar," kata Maria.

Maria mengatakan untuk menyekolahkan keempat anaknya, ia harus bekerja keras membanting tulang agar pendidikan mereka tidak terputus. Selama belasan tahun pula, ia setiap pagi harus bangun lebih awal demi mendapatkan ikan bilih dari nelayan untuk direbus dan kembali dijual ke pasar.

Rata-rata Maria bisa menjual 10 kilogram ikan bilih segar ke berbagai pasar yang ia kunjungi dengan omzet per hari berkisar Rp1 juta. Paling mahal, satu kilogram ikan bilih dijual dengan harga Rp100 ribu.

"Kami sangat terbantu sekali dengan ikan bilih ini terutama untuk menyekolahkan anak-anak," ujar dia.

Pada saat bencana banjir bandang melanda Nagari Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Maria bersama pedagang ikan bilih lainnya sempat tidak berjualan selama satu bulan. Sebab, jalan menuju pasar-pasar yang dikunjungi banyak yang terputus.

Imbasnya, masyarakat hanya mengandalkan bantuan logistik yang disalurkan pemerintah maupun para donatur. Namun, setelah akses jalan kembali bisa dilintasi, ia bersama pedagang lainnya kembali bangkit agar dapur terus berasap dan sekolah anak terus berlanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

22 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.