Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dari Danau Singkarak, Ikan Bilih Antar Tiga Anak Elvi Jadi Sarjana

📅 Sabtu, 21 Feb 2026, 21:55 WIB | Oleh:
Dari Danau Singkarak, Ikan Bilih Antar Tiga Anak Elvi Jadi Sarjana Doc: Antara Foto
Ket. Elvi Rita (52) pelaku UMKM pengolahan ikan bilih menunjukkan foto kedua anaknya yang berhasil disekolahkan dari usaha ikan bilih di Jorong Baing, Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (21/2).

Sejak bertahun-tahun Danau Singkarak, yang terletak di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok, menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat di selingkaran danau tektonik tersebut.

Danau dengan luas kurang lebih 107 kilometer persegi dan kedalaman 268 meter tersebut menjadi jantung atau urat nadi perekonomian bagi masyarakat sekitar.

Tidak hanya kekayaan sumber daya alam yang tersimpan di dalamnya, keindahan dan bentangan alam yang disuguhi perbukitan hijau juga menjadi daya tarik wisatawan kerap mengunjungi Danau Singkarak.

Di kawasan danau purba ini jugalah terdapat populasi ikan bilih. Ikan endemik dengan nama latin mystacoleucus padangensis yang merupakan primadona sekaligus menjadi mata pencaharian utama masyarakat di sekitar Danau Singkarak.

Hampir seluruh masyarakat di pinggiran danau ini menggantungkan hidupnya dari ikan bilih. Ada yang bekerja sebagai nelayan, pengepul hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ikan bilih.

Salah satunya Elvi Rita (52), warga Jorong Baing, Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar yang sudah menjalankan usaha pengolahan ikan bilih belasan tahun lamanya.

Dari usahanya itu, Elvi berhasil menyekolahkan ketiga anaknya hingga menjadi sarjana. Anak pertamanya lulusan Fakultas Hukum Universitas Andalas (UNAND) yang saat ini sedang menunggu penempatan kerja di salah satu bank himpunan bank milik negara (Himbara). Anak keduanya, sedang merintis bisnis travel, dan terakhir anak bungsunya seorang anggota polisi.

"Seluruh biaya pendidikan ketiga anak saya berasal dari pengolahan ikan bilih," kata dia.

Menariknya, dari usaha pengolahan ikan bilih yang dijalankannya, Elvi bisa mempekerjakan lima hingga sembilan warga lokal dalam sehari. Jika pasokan ikan sedang melimpah, ia mempekerjakan sembilan ibu-ibu rumah tangga. Namun, jika hasil tangkapan nelayan sedang turun hanya ada dua atau tiga yang dipekerjakan.

Pada umumnya pekerja ikan bilih memiliki anak yang saat ini sedang menempuh pendidikan. Mulai dari tingkat sekolah dasar hingga kuliah. Dalam sehari, pekerja bisa mendapatkan upah rentang Rp20 ribu hingga Rp100 ribu atau tergantung berapa banyak ia mampu membersihkan ikan bilih.

"Setiap satu kilogram ikan bilih yang dibersihkan pekerja, saya membayarnya Rp4 ribu," sebut dia.

Keberadaan dan keberkahan ikan bilih tidak hanya dirasakan oleh nelayan, pengepul atau pelaku UMKM, tetapi juga oleh para sopir angkutan umum dari daerah Malalo tujuan Kota Bukittinggi atau Kota Padang Panjang. Sebab, selama ini mereka juga mengandalkan biaya sewa penumpang yang berjualan ikan bilih ke dua daerah tersebut.

"Masyarakat di sini sangat tergantung sekali dengan ikan bilih," ujarnya.

Di toko pengolahan ikan bilih miliknya, Elvi menjual berbagai macam produk seperti rendang ikan bilih, goreng bilih original, goreng bilih krispi, rendang pensi dan serundeng bilih. Aneka macam kuliner itu juga dijual di pusat oleh-oleh ternama yang ada di Sumatera Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.