Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tradisi Blangikhan di Lampung, Bukti Pariwisata Tumbuh dari Akar Budaya

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 14:40 WIB | Oleh:
Tradisi Blangikhan di Lampung, Bukti Pariwisata Tumbuh dari Akar Budaya Doc: antara foto
Ket. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa

JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai tradisi Blangikhan di Lampung Tengah merupakan bukti nyata pariwisata dapat tumbuh dari akar budaya yang ada di masyarakat.

“Inilah wujud nyata pariwisata yang tumbuh dari masyarakat, dikelola bersama, dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan lokal," kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (19/2).

Dalam sambutannya di Nuwo Balak, Lampung Tengah, Rabu (18/2), Ni Luh menyebut tradisi itu tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mampu mendorong kesejahteraan ekonomi lokal melalui penguatan ekosistem pariwisata berbasis budaya dan spiritual.

Pengembangan pariwisata berbasis budaya dan spiritual merupakan bagian integral dari strategi nasional pariwisata Indonesia. Menurutnya, budaya adalah napas dari pariwisata berkualitas, pariwisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berakar kuat pada identitas bangsa.

Keterlibatan pengusaha UMKM dalam rangkaian kegiatan Blangikhan turut memperkuat dampak positif kegiatan itu. Kehadiran produk-produk lokal dalam setiap perayaan budaya menjadi bukti bahwa tradisi mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat.

Ni Luh juga menyampaikan tradisi tersebut telah dilandasi nilai-nilai spiritual yang kuat, tradisi ini mengajak masyarakat untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, memperkuat kesiapan mental dan spiritual, serta menata diri dalam menyambut ibadah Ramadan.

“Tradisi ini menunjukkan bahwa kearifan lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan masa depan yang dapat menjadi fondasi pembangunan pariwisata berkelanjutan,” katanya.

Dia juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar tradisi Blangikhan dapat dikembangkan sebagai agenda tahunan yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.

Selain itu, potensi pariwisata lain di Provinsi Lampung diharapkan dapat teridentifikasi dan dikembangkan secara terintegrasi.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan bahwa Provinsi Lampung saat ini menempati posisi ke-9 dalam daftar 10 wilayah dengan kontribusi kunjungan wisatawan terbanyak di Indonesia.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih optimal dan terintegrasi.

Pemerintah Provinsi Lampung berencana mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna menstimulasi masuknya investasi. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kawasan sekitar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami memohon doa dan dukungan dari Wakil Menteri Pariwisata agar program ini dapat terwujud dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi pengembangan pariwisata Provinsi Lampung,” kata Jihan.

Tradisi Blangikhan atau Blangiran merupakan kearifan lokal masyarakat Lampung berupa ritual penyucian diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.