Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemkomdigi Siap Kolaborasi dengan Makassar Creative Hub Cetak Talenta Technopreneur Muda

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemkomdigi Siap Kolaborasi dengan Makassar Creative Hub Cetak Talenta Technopreneur Muda Doc: Antara
Ket. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Rama Krisna Prasetya pada peluncuran MCH kedua di Makassar.

Makassar - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) siap berkolaborasi dengan komunitas dan pengelola Makassar Creative Hub (MCH) untuk mencetak talenta muda Makassar, khususnya dalam pengembangan sektor technopreneur.

Technopreneur adalah pengusaha yang menggabungkan keahlian bisnis dengan teknologi modern untuk menciptakan produk, layanan, atau solusi inovatif.

"Kalau diperkenankan, kami siap untuk berkolaborasi di MCH, tentu dari sisi technopreneur-nya," kata Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Rama Krisna Prasetya melalui keterangannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (27/7).

Dia turut menghadiri peluncuran MCH kedua bertajuk "Nabuka Nusantara". MCH Nabuka Nusantara tak hanya disiapkan sebagai ruang berkumpul dan berekspresi bagi anak muda, tetapi juga diarahkan menjadi wadah pengembangan ekonomi kreatif dan technopreneurship di Kota Makassar.

Menurut Rama, keberadaan ruang kreatif seperti MCH menjadi penting karena anak muda tidak hanya membutuhkan tempat untuk berkegiatan, tetapi juga ekosistem yang mampu mendukung mereka dalam mengembangkan potensi.

Rama mengatakan, pengembangan MCH memiliki konteks yang erat dengan penguatan ekonomi kreatif.
"Ini adalah ruang kreatif untuk anak muda di Kota Makassar, kita dorong anak muda Makassar belajar, tumbuh dan kembangkan bakat," ujarnya.

Ia menilai, kebutuhan anak muda saat ini cukup beragam, mulai dari mentor, fasilitator, ruang ekspresi, rekomendasi, hingga akses untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan ide menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

"Kebutuhan anak-anak muda ini dari segi mentor, fasilitator, ruang, ekspresi, rekomendasi, segala macam," katanya.

Oleh karena itu, ia menyambut baik kehadiran MCH Nabuka Nusantara yang dinilai dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, dan generasi muda.

Rama menyebut, kolaborasi tersebut nantinya dapat diarahkan pada berbagai program pengembangan kapasitas di bidang teknologi.

Rama juga mengingatkan agar keberadaan MCH tidak berhenti pada pembangunan fisik atau sekadar menjadi tempat berkegiatan. Fasilitas yang telah disediakan pemerintah daerah harus dimanfaatkan secara optimal oleh anak muda untuk mengembangkan kemampuan dan membangun jejaring.



Dia pun mengajak komunitas dan generasi muda yang akan menggunakan MCH Nabuka Nusantara agar aktif mengisi ruang tersebut dengan kegiatan positif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.