Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kredit UMKM Mandek, Pemerintah Dituntut Turun Tangan: Siapkan Jaminan!

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 06:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Data menunjukkan, pertumbuhan rata-rata kredit perbankan sepanjang 2024 mencapai 11,65 persen. Namun selama 2025, pertumbuhannya hanya sekitar 8,6 persen. “Ini menarik, karena di tahun 2025 kebijakan moneter justru cenderung dilonggarkan dengan alasan mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu ada tambahan dana dari SAL yang membuat ruang penyaluran kredit seharusnya lebih besar,” kata Aloysius.

Fakta bahwa pertumbuhan kredit justru lebih lamban di tengah likuiditas yang longgar jelas Aloysius mengindikasikan adanya situasi yang bisa disebut sebagai liquidity trap. Dana tersedia, tetapi tidak sepenuhnya tersalurkan secara produktif. Karena dana SAL disalurkan ke bank-bank Himbara yang memiliki kontribusi besar terhadap total kredit perbankan nasional, maka pertanyaan pun mengarah pada kinerja pertumbuhan kredit bank-bank tersebut.

“Kuat dugaan bahwa banyak kredit dari dana SAL tidak sampai ke kelompok UMKM. Artinya, apa yang diharapkan ternyata tidak terjadi,” katanya.

Harapan bahwa tambahan likuiditas akan menggerakkan sektor bawah belum sepenuhnya terwujud.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa persoalan itu tidak semata-mata terletak pada sisi perbankan. Daya beli kelas menengah ke bawah juga menjadi faktor krusial. Jika daya beli belum benar-benar pulih, sektor UMKM akan sulit bergerak karena kelompok ini merupakan pasar utama mereka.

“Kalau keyakinan konsumen tidak cukup membaik, pelonggaran suku bunga tidak akan banyak membantu,” terang Aloysius.

Implikasi lainnya, risiko kredit macet di sektor ini berpotensi meningkat. Tingkat NPL kredit UMKM di akhir 2025 tercatat lebih tinggi dibanding dua tahun sebelumnya. Dalam kondisi demikian, penyaluran kredit ke sektor bawah dibayangi risiko yang relatif tinggi, sehingga bank Himbara, cenderung lebih berhati-hati.

“Kalau daya beli masyarakat belum pulih, dorongan kredit ke kelompok bawah tetap akan menghadapi hambatan,” tegasnya.

Sebab itu, keinginan untuk mendorong kredit lebih besar ke sektor UMKM dan ekonomi rakyat harus disertai kebijakan lain yang mampu memulihkan daya beli masyarakat. Tanpa perbaikan fundamental di sisi permintaan, tambahan likuiditas tidak otomatis menjadi pertumbuhan yang berkualitas,” pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.