Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Luar Biasa, 130 Tahun Orang Jawa Merawat Kebudayaan Jawa di Kaledonia Baru

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 03:15 WIB | Oleh:
Luar Biasa, 130 Tahun Orang Jawa Merawat Kebudayaan Jawa di Kaledonia Baru Doc: ist
Ket. warga keturuna jawa di kaledonia baru

JAKARTA – Ini harusnya membuat malu bangsa Indonesia yang lebih mengagungkan kebudayaan asing. Bangsa Jawa tetap memelihara kebudayaan Jawa meski di negeri orang. Orang Indonesia sekarang malah mengagung-agungkan budaya asing entah dari Amerika, Eropa, atau Arab. Banyak yang keamerika-amerikaan, keeropa-eropaan, dan kearab-araban. Mereka tak lagi memakai budaya sendiri.

Konsul Jenderal RI di Noumea, Kaledonia Baru, Bambang Gunawan, mengatakan peringatan 130 Tahun Kedatangan Pekerja Jawa ke Kaledonia Baru menjadi momentum untuk menegaskan identitas dan tidak melupakan akar budaya Jawa.

"Peringatan ke-130 tahun ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menegaskan identitas, agar ora lali karo jowone, artinya agar tidak melupakan akar dan identitas Jawanya, meskipun lahir dan besar jauh dari tanah leluhur," kata Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (17/2).

Ia menyampaikan partisipasi KJRI dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah Indonesia untuk terus mempererat hubungan dengan diaspora Indonesia di Kaledonia Baru. Bambang juga mengingatkan warga negara Indonesia maupun yang telah menjadi warga negara Prancis agar senantiasa menjadi warga yang baik serta mematuhi peraturan yang berlaku di Kaledonia Baru.

KJRI Noumea berpartisipasi dalam peringatan 130 Tahun Kedatangan Pekerja Jawa ke Kaledonia Baru yang diselenggarakan Persatuan Masyarakat Indonesia dan Keturunannya (PMIK) pada Senin.

Acara tersebut dihadiri perwakilan Komisaris Tinggi Republik Prancis di Kaledonia Baru, Gubernur Provinsi Selatan, perwakilan Kongres Kaledonia Baru, Wali Kota Noumea, perwakilan pemerintah, para ketua asosiasi Indonesia, serta perwakilan komunitas internasional dan masyarakat keturunan Jawa.

Peringatan itu menjadi momentum bersejarah untuk mengenang kedatangan pertama para pekerja Jawa yang tiba di Kaledonia Baru pada 16 Februari 1896. Hingga kini, keturunan masyarakat Jawa di Kaledonia Baru tetap menjaga identitas budaya sekaligus berkontribusi aktif dalam kehidupan sosial setempat.

Perkembangan masyarakat Indonesia di wilayah tersebut dinilai menunjukkan kemajuan signifikan dari generasi ke generasi. Banyak keturunan Indonesia kini menempati berbagai posisi penting, mulai dari tenaga medis, pengajar, pelaku usaha, hingga pejabat di pemerintahan setempat.

Menurut pernyataan itu, hal tersebut mencerminkan bahwa kerja keras, ketekunan, dan nilai-nilai yang diwariskan para pekerja Jawa terdahulu telah melahirkan generasi yang mampu berprestasi, beradaptasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kehidupan sosial di Kaledonia Baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.