Indef: Libur Panjang Imlek Picu Perputaran Ekonomi

Rabu, 18 Feb 2026, 14:49 WIB

JAKARTA - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman, memaparkan potensi dampak ekonomi selama libur panjang Imlek nasional. Ia berpandangan, momentum tersebut mendorong konsumsi domestik karena mobilitas masyarakat meningkat signifikan di berbagai daerah.

“Perputaran uangnya besar, tetapi sering tidak optimal. Itu karena terjadi kebocoran ke sektor nonlokal,” kata dia, Rabu (18/2).

Ket. Foto: — Sumber: Freepik.com/johnniedavid12412

Rizal menegaskan, lonjakan mobilitas masyarakat belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal bagi pelaku UMKM daerah tujuan wisata. Ia menilai, kebocoran distribusi belanja ke platform nasional dan transportasi besar mengurangi efek berganda ekonomi lokal.

“Mobilitas tinggi bukan masalah utama, tetapi aliran uang banyak tidak tinggal di daerah,” ujar dia.

Ia juga menguraikan daya beli riil masyarakat saat ini masih lemah meskipun aktivitas perjalanan meningkat. Menurut dia, pemerintah daerah dan pusat perlu memperbaiki distribusi agar manfaat ekonomi lebih merata.

“Multiplier effect ada. Namun tidak terbagi proporsional karena banyak hambatan pada rantai distribusi ekonomi,” ucap Rizal.

Rizal menambahkan, peningkatan permintaan pangan dan energi saat libur panjang berisiko memicu tekanan harga di berbagai wilayah. Ia memperingatkan, apabila distribusi tersendat, belanja masyarakat dapat terserap kebutuhan pokok menjelang Ramadan.

Rizal kemudian menekankan, libur panjang membantu menjaga ekonomi tetap bergerak melalui konsumsi domestik sementara. Namun, ia mengingatkan, momentum tersebut belum cukup kuat mendorong pertumbuhan jangka panjang tanpa perbaikan investasi. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.