- Home
-
- Megapolitan
-
- Rekayasa Lalu Lintas Kota ...
Rekayasa Lalu Lintas Kota Tua Dimulai Akhir Januari, 110 Personel Dishub Disiagakan
Minggu, 18 Jan 2026, 16:50 WIBJAKARTA - Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Kota Tua, Tamansari, dengan mengerahkan 110 personel mulai akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendukung rangkaian kegiatan Jakarta Kota Sinema sekaligus menyambut perayaan Imlek yang dipusatkan di kawasan wisata sejarah tersebut.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Susilo Dewanto mengatakan rekayasa lalu lintas diterapkan untuk mengurai potensi kepadatan kendaraan yang diprediksi meningkat selama periode acara.
"Rekayasa lalin ini akan diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Kota Tua," katanya.
Menurut Susilo, personel Dishub akan disebar di tiga titik ruas jalan utama serta dua venue kegiatan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
"Kami kerahkan 110 petugas yang terbagi dalam tiga shift, termasuk penempatan petugas pada dua venue, yaitu Gedung Jasindo dan Gedung Cipta Niaga," ujarnya.
Rekayasa lalu lintas akan mencakup penutupan sejumlah ruas jalan strategis seperti Jalan Teh, Jalan Cengkeh, dan Jalan Kunir II Dalam yang berada di sekitar area Kota Tua. Penutupan Jalan Teh dijadwalkan berlangsung pada 30 hingga 31 Januari 2026 untuk mendukung kelancaran arus pengunjung.
Sementara itu, penutupan Jalan Cengkeh akan diberlakukan pada 3 hingga 7 Februari 2026 seiring dengan puncak rangkaian acara yang diperkirakan menyedot banyak wisatawan.
"Untuk Jalan Cengkeh, termasuk penutupan lokasi sementara pedagang pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026," kata Susilo.
Adapun Jalan Kunir II Dalam dijadwalkan ditutup pada 26 Februari 2026 sebagai bagian dari pengaturan lalu lintas lanjutan setelah rangkaian acara utama. Pengaturan ini disiapkan agar pergerakan kendaraan logistik dan pengunjung tetap tertib tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar.
Dishub Jakarta Barat juga mengimbau masyarakat agar mematuhi arahan petugas di lapangan serta memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan.
"Imbauan ini kami sampaikan sejak jauh hari agar para pengendara mengetahui titik-titik yang diberlakukan rekayasa lalin agar dapat menghindari lokasi ini dan mencari jalur alternatif," tandas Susilo.
Dengan pola pengamanan dan rekayasa lalu lintas ini, pemerintah berharap aktivitas wisata dan perayaan Imlek di Kota Tua bisa berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi menjadikan Kota Tua sebagai destinasi event urban yang tertib, nyaman, dan ramah pengunjung.
- imlek
- Rekayasa Lalu Lintas
- Kota Tua
- Tamansari
- Tahun Baru Imlek
- Dishub DKI Jakarta
- Kawasan Kota Tua
- Lalu Lintas Jakarta
- kota tua jakarta
- Jakarta Kota Sinema
- Imlek 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Kawasan Kota Tua Direvitalisasi, Bakal Ada Trem Listrik dan Zona Rendah Emisi
-
Kemenhaj: 1.556 Calon Haji NTB Telah Berangkat ke Tanah Suci
-
Hebat Jateng Terbaik untuk Mengatasi Stunting
-
Dishub DKI Sebut Pembukaan Jalan Lenteng Agung Dilakukan Bertahap Imbas Jalan Amblas
-
PKL di Kota Tua Jakarta
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Stabilitas MU Hadapi Tekanan Brentford
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.