Gempa Dahsyat Kolombia, 164 Orang Tewas dan 2.700 Hilang

Rabu, 12 Agu 2026, 03:00 WIB

BOGOTA - Upaya pencarian dan penyelamatan di wilayah barat Kolombia memasuki hari kedua pada Selasa (11/8), setelah tim darurat terus menyisir bangunan yang runtuh dan rumah-rumah yang rata dengan tanah. Jumlah korban jiwa diperkirakan masih dapat bertambah akibat gempa bumi terkuat yang melanda negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Dilansir dari AFP, gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang kawasan sentra perkebunan kopi Kolombia pada Senin pagi dan menyebabkan sedikitnya 164 orang meninggal dunia.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: USGS - afp

Gempa tersebut mengubah sejumlah bangunan bertingkat di kota Pereira dan Cali menjadi puing-puing. Di Manizales, salah satu menara katedral bersejarah juga mengalami kerusakan parah.

Tim penyelamat yang dibantu polisi, tentara, dan relawan bekerja sepanjang malam menggunakan alat berat dan, di sejumlah lokasi, tangan kosong untuk mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan.

Di Cali, kota berpenduduk sekitar 2,2 juta jiwa, sedikitnya 85 orang dilaporkan meninggal dunia. Puluhan bangunan rusak berat, miring, atau runtuh sehingga warga terpaksa mengungsi ke jalan-jalan.

Sejumlah lantai teratas sebuah rumah sakit di Cali, termasuk bagian yang digunakan untuk perawatan anak, runtuh. Beberapa pasien dilaporkan terjebak, sementara sekitar 600 pasien lainnya harus mendapatkan perawatan di jalan yang dipenuhi puing-puing, kata Direktur Rumah Sakit Irne Torres Castro kepada stasiun televisi Caracol.

Carmen Yasmin Garcia, 43 tahun, warga Cali yang menjadi relawan dalam operasi penyelamatan, mengatakan kelompoknya berhasil mengevakuasi tujuh orang dari sebuah bangunan yang runtuh pada Senin sore. Namun, empat orang lainnya bersama seekor anjing masih terjebak di dalam reruntuhan.

"Beberapa saat lalu terdengar suara orang menggaruk, tetapi sekarang kami tidak mendengar apa pun. Kami masih berharap anjing itu hidup dan kami bisa mengeluarkan orang-orang ini," kata Garcia.

"Kami membutuhkan orang-orang dengan tongkat dan sekop. Semakin banyak orang yang membantu, semakin baik," ujarnya.

Di Pereira, ibu kota Provinsi Risaralda yang termasuk wilayah terdampak paling parah, otoritas setempat melaporkan 66 orang meninggal dunia.

Kerusakan di kota tersebut juga terlihat luas. Sejumlah blok permukiman berubah menjadi tumpukan beton dan besi yang terpelintir. Video yang beredar di media sosial menunjukkan Bandara Pereira berguncang hebat saat gempa, sementara bagian besar plafon runtuh ketika orang-orang berlindung.

Sebanyak 13 orang lainnya dilaporkan meninggal dunia di Choco, provinsi pedesaan yang berada paling dekat dengan pusat gempa.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.