Kejar Wisatawan Imlek, ITDC Padukan Barongsai dan Kecak di Nusa Dua
Kamis, 12 Feb 2026, 20:05 WIBBADUNG â Atraksi budaya memegang peran strategis dalam menarik wisatawan karena menawarkan pengalaman autentik yang tidak mudah direplikasi destinasi lain.
Lebih dari sekadar hiburan, kekayaan budaya menjadi pembeda kompetitif yang mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus mendorong belanja lokal.
Jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, atraksi budaya dapat menjadi penggerak ekonomi daerahâmenghubungkan sektor pariwisata dengan UMKM, seni, dan komunitas lokalâserta memastikan manfaat pariwisata tidak hanya terpusat, tetapi menyebar ke masyarakat.
BUMN PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) menambah atraksi khusus yang menampilkan pertunjukan budaya Barongsai dan Kecak sebagai daya tarik wisatawan menyemarakkan liburan Imlek 2026 di Nusa Dua, Bali.
âItu strategi kami dalam meningkatkan nilai destinasi menyeluruh,â kata Direktur Komersial dan Marketing ITDC Febrina Mediana di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (12/2).
Pertunjukan seni budaya itu dijadwalkan tampil di Panggung Seni Taksu, Peninsula Island pada Jumat (13/2).
Pihaknya juga menyiapkan cokelat yang diberikan khusus kepada pengunjung guna menambah pengalaman memaknai peringatan Hari Kasih Sayang.
Sementara itu, sejumlah perhotelan di kawasan pengelolaan premium itu juga menampilkan atraksi barongsai serta hidangan khas Imlek Tahun Kuda Api.
Ia mengharapkan tambahan atraksi tersebut menjadi daya tarik pengunjung dan tamu menginap di kawasan yang dikelola seluas sekitar 350 hektare itu.
Pasalnya, Februari juga menjadi periode musim landai pariwisata (low season) sehingga pelaku industri pariwisata harus menciptakan sajian kreatif guna mendorong perekonomian daerah.
Di kawasan pengelolaan itu terdapat sekitar 5.500 kamar tersebar di 22 hotel dan vila mewah.
Pada 2025, BUMN sektor pariwisata itu mencatat tingkat okupansi kamar mencapai rata-rata 76,93 persen.
Realisasi itu terbilang tetap positif dibandingkan 2024 mencapai 76,56 persen karena saat itu kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat sehingga perjalanan dinas dan aktivitas konferensi atau wisata MICE pada awal 2025 menurun.
Sedangkan jumlah kunjungan di kawasan menunjukkan pertumbuhan yang meningkat sebesar 18,5 persen dari sekitar 3,2 juta kunjungan pada 2024 menjadi hampir 3,8 juta kunjungan pada 2025.
Selain Nusa Dua, kawasan pengelolaan di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan di Golo Mori, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga menyemarakkan musim liburan Imlek dengan sajian tematik untuk menarik minat wisatawan.
- imlek
- tari kecak
- Barongsai
- ITDC
- Bali
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ekonomi Digital Tak Bisa Stagnan! Airlangga Dorong Inovasi Tanpa Henti
-
Iran: Selat Hormuz Tak Akan Pernah Kembali Seperti Dulu
-
WFH Jumat Berlaku di Jakarta, Pemprov DKI Atur Skema 25-50 Persen Pegawai
-
KKP Awasi Ketat Pemanfaatan Ruang Laut Kawasan Kura-Kura Bali
-
Internet Gratis untuk Semua! Cek Daftar 48 Titik WiFi Publik di Tanjungpinang yang Bikin Hemat Kuota
-
Larangan membuang sampah organik di TPA Suwung Bali
-
Sentimen Eksternal Dominan, 9 April 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.