- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ukraina Ungkap Russia Tela...
Ukraina Ungkap Russia Telah Gunakan Misil Korut
Rabu, 12 Agu 2026, 02:45 WIBKYIV - Serangan Russia di seluruh Ukraina pada Senin (10/8) malam telah menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai puluhan lainnya, kata Kyiv pada Selasa (11/8) seraya menuduh Moskwa telah meluncurkan misil Korea Utara (Korut) dalam serangan tersebut.
Tuduhan itu muncul setelah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, memperingatkan tanpa memberikan bukti bahwa Moskwa telah menerima lebih banyak misil balistik dan pasukan dari Pyongyang.
Russia diketahui telah meminta dukungan dari Korut selama invasi empat setengah tahunnya. Pada awal perang, Pyongyang mengirim ribuan pasukan untuk membantu Russia melawan serangan balasan Ukraina ke wilayah Kursk bagian barat.
Intelijen dari Barat, Kyiv dan Seoul, telah lama menuduh Korut memasok senjata ke Russia.
Kota Zaporizhzhia di tenggara menjadi daerah yang paling parah terkena dampak serangan udara semalam, dengan enam orang tewas dan 19 luka-luka, kata Presiden Zelenskyy.
"Kota itu dihantam misil balistik Korut, Zirkon, dan bom udara berpemandu. Itu adalah serangan keji yang dirancang untuk menimbulkan kerusakan maksimal khususnya pada infrastruktur sipil," kata dia.
Tiga orang lainnya tewas akibat serangan drone dan misil Russia di wilayah Dnipropetrovsk yang bersebelahan, kata administrasi militer setempat.
Di Ibu Kota Kyiv, Presiden Zelenskyy mengatakan sebuah rumah sakit terkena serangan, sementara serangan di kota-kota garis depan Kherson dan Kharkiv menyebabkan pemadaman listrik. Sebuah rumah sakit anak di Kyiv juga terkena dampaknya, kata kementerian kesehatan, sambil memposting foto-foto jendela yang pecah dan puing-puing di halaman.
"Anak-anak dan staf medis tidak terluka, karena mereka berada di tempat penampungan pada saat serangan terjadi," kata kementerian tersebut.
Kementerian Pertahanan Russia mengklaim pasukannya melancarkan serangan kelompok dengan senjata darat berpresisi tinggi, menghantam perusahaan industri militer dan pusat transportasi-logistik di Kota Kyiv dan Zaporizhzhia.
Presiden Zelenskyy baru-baru ini memperbarui peringatannya tentang semakin dalamnya hubungan militer antara Moskwa dan Pyongyang, sambil meminta lebih banyak pasokan pertahanan udara dari Barat.
Pada Senin lalu, ia mengatakan bahwa Russia telah menerima misil balistik tambahan dari Korut. Dan pada akhir pekan lalu, Zelenskyy menuduh telah dibuat keputusan untuk mengerahkan 30.000 hingga 50.000 warga Korut ke wilayah Russia.
Kyiv belum menjelaskan bagaimana mereka memperoleh angka-angka tersebut dan tidak memberikan kerangka waktu untuk pengerahan pasukan. Namun Zelenskyy mendesak sekutu di Asia-Pasifik untuk memasok pertahanan udara ke Kyiv guna melawan kemampuan Pyongyang.
Pakta Pertahanan
 Russia dan Korut diketahui telah menandatangani pakta pertahanan bersama pada tahun 2024, menjelang pengiriman pasukan oleh Pyongyang untuk membantu mengusir pasukan Ukraina dari wilayah Kursk Russia.
Dalam beberapa pekan terakhir, Russia telah secara signifikan meningkatkan serangan dengan misil balistik supercepat dan ampuh yang sulit dicegat. Akibat serangan itu puluhan orang dilaporkan tewas di Kyiv.
Hanya sistem pertahanan udara tercanggih, seperti sistem Patriot buatan AS, yang mampu mencegatnya.
Ukraina telah melaporkan kekurangan akut misil pencegat Patriot sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada Februari lalu.
Kyiv juga meningkatkan serangan drone jarak jauhnya sendiri terhadap Russia yang menargetkan infrastruktur minyak dan gudang e-commerce dalam serangan balasan yang menurut mereka dibenarkan dan dirancang untuk menghambat logistik dan sumber pendapatan Moskwa.
Peningkatan ketegangan terbaru tersebut telah menyebabkan jumlah korban jiwa sipil di Ukraina mencapai angka tertinggi sejak bulan-bulan pertama perang pada tahun 2022, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa. AFP/I-1
- Misil Balistik
- volodymyr zelenskyy
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.