Trump Meminta Kompensasi Balik ke Iran Sebagai Bagian Negosiasi

Rabu, 12 Agu 2026, 03:10 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Senin (9/8) di Washington mengatakan bahwa ia akan meminta kompensasi atas konflik dari Iran sebagai bagian dari negosiasi perdamaian apa pun. Kompensasi tersebut mengacu pada serangan dan pembunuhan yang terjadi selama beberapa dekade yang diduga didukung atau dilakukan oleh Teheran.

Upaya negosiasi untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz telah terhenti, dan tuntutan barunya berisiko membuat kesepakatan cepat kedua belah pihak semakin sulit tercapai.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: Eric Lee/Getty Images/AFP

Pengumuman Trump merupakan respons langsung atas pernyataan dari pihak Iran yang menetapkan syarat pembayaran ganti rugi perang oleh AS untuk penyelesaian permusuhan yang sedang berlangsung.

“Saya juga menuntut ganti rugi dari Iran,” katanya, seraya menambahkan bahwa tuntutannya tidak hanya mencakup kerugian akibat perang saat ini, tetapi juga serangan Iran terhadap target AS yang terjadi lebih dari dua dekade lalu, serta pembayaran kepada keluarga para demonstran Iran yang dibunuh oleh pihak berwenang selama 50 tahun terakhir,” kata Trump.

Dalam unggahan selanjutnya, Trump juga mengatakan bahwa Republik Islam harus bertanggung jawab atas kematian dan kerusakan yang ditimbulkannya di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza.

Bersikap Tenang

Dalam pola yang sudah menjadi kebiasaan, pekan lalu Trump mengancam akan menyerang Iran “dengan sangat keras”, berpotensi dengan serangan terhadap infrastruktur sipil, hanya untuk kemudian menarik kembali ancamannya, dan mengisyaratkan kesepakatan perdamaian sudah dekat.

Akhir pekan ini, Trump mengatakan bahwa ia "bersikap tenang" dalam pendekatannya terhadap konflik tersebut, yang mengindikasikan bahwa ia siap membiarkan tekanan ekonomi meningkat sebagai pengganti serangan militer lebih lanjut.

Outlet media digital Axios mengatakan bahwa presiden AS tidak menyatakan kekecewaan apa pun atas penundaan kesepakatan pembukaan Selat Hormuz oleh Iran dalam wawancara mereka dengannya yang diterbitkan pada hari Minggu.

Teheran menuntut agar AS terlebih dahulu mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mencabut sanksi terhadap industri minyaknya.

Karena negosiasi gagal, blokade selat oleh Iran telah menyebabkan harga bahan bakar melonjak dan mengguncang ekonomi dunia, memberikan tekanan pada Trump menjelang pemilihan paruh waktu pada bulan November.

Dalam unggahannya, Trump merujuk pada pemboman USS Cole pada tahun 2000, yang sebelumnya ia sebut sebagai peristiwa di mana Iran "mungkin terlibat".

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.