BPS: Sejumlah Kota/Kabupaten Alami Kenaikan IPH Bawang Putih
📅 Rabu, 18 Feb 2026, 15:20 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Freepik
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga bawang putih nasional hingga pekan kedua Februari 2026 turun tipis 0,05 persen. Namun sebanyak 130 kabupaten dan kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga komoditas tersebut.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan tertinggi terjadi di Kabupaten Kubu Raya sebesar 37,04 persen. Harga di daerah tersebut tercatat telah melampaui Harga Acuan Penjualan.
"Bawang Putih mengalami penurunan relatif kecil yaitu 0,05 persen. Walaupun demikian ada 130 Kabupaten kota yang Indeks Perkembangan Harga atau IPH Bawang Putihnya mengalami peningkatan," kata dia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (18/2).
Kenaikan juga terjadi di Kabupaten Agam sebesar 21 persen dengan posisi sedikit di atas HAP. Sementara Kabupaten Rote Ndao meningkat 13 persen dan telah melampaui HAP hingga sekitar 25 persen.
Menurut dia, peningkatan serupa terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang mencapai sekitar 18 persen. Kondisi tersebut menunjukkan belum meratanya stabilitas harga antarwilayah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data tersebut menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi pangan menjelang Ramadan. Pemerataan pasokan dan kelancaran distribusi dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, mengatakan pengendalian harga pangan merupakan prioritas pemerintah daerah. Terlebih ketika permintaan masyarakat mulai meningkat.
Ia menegaskan Tim Pengendalian Inflasi Daerah harus memperkuat langkah antisipatif agar harga tetap terjangkau. “Nomor satu urusan kita adalah menjaga harga pangan tetap murah dan terjangkau,” kata Tomsi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penguatan koordinasi pusat dan daerah diharapkan mampu menekan kenaikan harga di berbagai wilayah. Langkah tersebut penting untuk menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!