Menperin Apresiasi Keberhasilan Industri Kecil Menengah Tembus Pasar Eropa
📅 Selasa, 17 Feb 2026, 18:05 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Dokumentasi Kementerian Perindustrian
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi keberhasilan pelaku industri kecil menengah (IKM) dalam menembus pasar ekspor. Agus menyatakan program pembinaan berkelanjutan mampu membuat produk furnitur lokal bersaing di kancah internasional.
Sektor hilir ini memberikan kontribusi sebesar 0,92 persen terhadap produk domestik bruto industri nonmigas nasional. Pemerintah berkomitmen meningkatkan inovasi desain agar produk kayu dalam negeri sesuai dengan selera konsumen dunia.
“Kami juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengawal pengembangan industri furnitur dalam negeri yang inovatif. Industri tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasar serta sesuai dengan selera konsumen,” ujar Agus di Jakarta, Senin (16/2).
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, melepas pengiriman enam kontainer furnitur asal Bantul menuju empat negara. Produk buatan perajin Yogyakarta tersebut kini secara resmi dipasarkan ke Spanyol, Italia, Prancis, hingga Reunion.
Keberhasilan perusahaan ini menjadi bukti bahwa pengusaha kecil mampu menjawab tantangan pasar global secara nyata. Pemerintah berharap prestasi membanggakan ini dapat memicu semangat bagi para pelaku industri kreatif lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“CV Kayu Manis merupakan contoh kisah sukses pelaku IKM yang dapat menjawab tantangan pasar global. Kami harap hal ini dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku IKM lainnya yang juga sedang berjuang untuk dapat menembus pasar ekspor,” ujar Reni.
Nilai ekspor furnitur Indonesia tercatat mencapai 1,91 miliar dollar Amerika pada akhir tahun 2024. Amerika Serikat masih mendominasi tujuan pengiriman utama dengan pangsa pasar mencapai angka 54,6 persen.
Pemerintah kini mulai melirik wilayah nontradisional seperti Eropa Timur dan Timur Tengah sebagai strategi diversifikasi. Langkah strategis ini diambil guna mengurangi ketergantungan terhadap kebijakan tarif dari satu negara tujuan saja.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pemerintah terus mengambil langkah strategis melalui upaya diplomasi dan negosiasi perdagangan, serta mendorong perluasan pasar ekspor ke negara-negara nontradisional. Beberapa kawasan yang dinilai potensial antara lain Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, serta negara Asia seperti India dan Jepang,” kata Reni.
Pelaku industri furnitur di Bantul tersebut telah memanfaatkan program restrukturisasi mesin sejak tahun 2018. Kapasitas produksi perusahaan meningkat drastis hingga mencapai angka 120 kontainer pada setiap tahunnya.
Pemberian potongan harga pembelian mesin impor sebesar 25 persen membantu efisiensi proses manufaktur bagi pengusaha kecil. Fasilitas pemerintah ini memberikan dukungan finansial maksimal sebesar Rp500 juta bagi satu perusahaan.
Direktur IKM Pangan Furnitur, Afrizal Haris, menilai inovasi produk menjadi faktor penentu keberhasilan penetrasi pasar global. Perusahaan tersebut mengembangkan konsep furnitur bongkar pasang yang sangat praktis bagi ruang tinggal yang terbatas.
“Keberhasilan CV Kayu Manis dalam menembus pasar ekspor tidak terlepas dari inovasi produk. Inovasi tersebut terus disesuaikan dengan tren pasar global,” ujar Afrizal.
Kemasan yang ringkas membantu perusahaan dalam menghemat biaya penyimpanan serta mempermudah proses transportasi antarbenua. Fleksibilitas desain produk menjadi daya tarik utama bagi pembeli di kawasan Eropa dan Samudra Hindia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!