Kemenkop Bertekad Integrasikan Kopdes Merah Putih dengan Program Bansos
📅 Minggu, 15 Feb 2026, 15:35 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: ANTARA/Rendra Oxtora
JAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono telah meresmikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Dukuhrejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah (Jateng). Ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).
Menurut Ferry, ini menjadi proyek percontohan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui integrasi Kopdes Merah Putih dengan program-program bantuan sosial. Misalnya Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako, guna mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat (KPM).
Ferry menambahkan Kopdes Merah Putih akan menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga akan membantu keluarga penerima manfaat untuk naik kelas secara ekonomi.
"Ini menjadi kelanjutan kerja sama Kemensos dan Kemenkop untuk mendorong penerima manfaat menjadi anggota koperasi," ujar dia, Minggu (15/2).
Selanjutnya, lanjut dia, aspek pemberdayaannya akan dibantu melalui operasionalisasi Kopdes Merah Putih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menkop menambahkan model kolaborasi tersebut akan diuji coba di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan. Khususnya bagi masyarakat pada kelompok desil terbawah.
Menurut Ferry, kopdes tidak hanya berfungsi sebagai penyedia kebutuhan pokok. Dia juga akan menjadi penampung hasil produksi masyarakat seperti hasil ternak dan usaha produktif lainnya.
"Kopdes harus menjadi tempat menampung dan memasarkan produk masyarakat desa sehingga anggota akan mendapatkan tambahan penghasilan dan manfaat ekonomi berkelanjutan," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anggota koperasi juga berpeluang memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dapat menambah pendapatan mereka secara berkala. Sedangkan Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, menambahkan Kopdes Merah Putih merupakan strategi untuk memastikan penerima bantuan bertransformasi menjadi mandiri.
"Kami mendorong penerima manfaat bansos menjadi anggota koperasi desa," katanya. Menurut Mensos, bantuan sosial bersifat sementara sedangkan koperasi menjadi sarana agar masyarakat bisa bangkit dan mandiri.
Gus Ipul, panggilan akrabnya, berharap jumlah masyarakat miskin ekstrem dapat terus menurun melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga. Termasuk di Purworejo yang menargetkan peningkatan jumlah KPM yang lulus dari program bantuan menjadi keluarga mandiri.
Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan pengentasan kemiskinan merupakan prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. "Kami sedang merumuskan pendekatan program yang saling terintegrasi agar seluruh kebijakan pemerintah dapat mempercepat pengurangan kemiskinan," ujar dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!