Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stok Pangan Menguat! BPS Ungkap Potensi Produksi Beras Hingga Juni

📅 Senin, 04 Mei 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stok Pangan Menguat! BPS Ungkap Potensi Produksi Beras Hingga Juni Doc: ANTARA/ Harianto
Ket. Arsip foto - Sejumlah buruh tani di Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memasukkan padi ke dalam karung dalam suasana panen di daerah itu.

JAKARTA – Proyeksi peningkatan produksi beras nasional hingga semester I-2026 mencerminkan kombinasi antara perbaikan musim tanam, perluasan areal panen, dan dukungan kebijakan pemerintah di sektor pangan.

Kenaikan output ini berpotensi memperkuat ketahanan pangan domestik serta menekan ketergantungan pada impor dalam jangka pendek.

Di sisi lain, efektivitas distribusi dan stabilitas harga tetap menjadi faktor kunci agar surplus produksi tidak menimbulkan tekanan di tingkat petani.

Meski demikian, tantangan seperti perubahan iklim dan efisiensi irigasi masih perlu diantisipasi agar tren positif ini dapat berkelanjutan.

Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi beras nasional periode Januari hingga Juni atau semester I-2026 meningkat menjadi 19,31 juta ton atau naik 0,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Produksi beras sepanjang Januari sampai dengan Juni tahun 2026 diperkirakan mencapai 19,31 juta ton atau mengalami kenaikan sebesar 0,05 juta ton atau naik 0,26 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Senin (4/5).

Disampaikan dia, kenaikan tersebut sejalan dengan proyeksi peningkatan produksi padi secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juni 2026, dengan produksi padi periode Januari-Juni 2026 diperkirakan mencapai 33,52 juta ton gabah kering giling (GKG), atau naik 0,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, pada Maret 2026, realisasi luas panen padi diperkirakan mencapai 1,61 juta hektare atau turun 3,16 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 1,67 juta hektare.

Penurunan luas panen tersebut turut menekan produksi padi pada bulan yang sama menjadi 8,75 juta ton GKG, turun 3,69 persen dari 9,08 juta ton GKG pada Maret tahun lalu.

Sejalan dengan itu, produksi beras pada Maret 2026 diperkirakan sebesar 5,04 juta ton atau turun 3,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, secara kumulatif, kinerja produksi pada triwulan I tetap menunjukkan tren positif, dengan total luas panen padi sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai 3,11 juta hektare, tumbuh 9,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,84 juta hektare.

Untuk periode April hingga Juni 2026, BPS memperkirakan potensi luas panen padi mencapai 3,16 juta hektare atau turun 7,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Potensi produksi padi pada periode tersebut diproyeksikan sebesar 16,68 juta ton GKG, turun 8,31 persen secara tahunan.

Secara keseluruhan, luas panen padi pada periode Januari hingga Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,27 juta hektare, sedikit meningkat 0,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain padi, BPS juga melaporkan perkembangan produksi jagung. Pada Maret 2026, luas panen jagung diperkirakan sebesar 0,25 juta hektare atau turun 14,44 persen dibandingkan Maret 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.