Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Cabai Rawit Rp84.250 Perkilogram

📅 Jumat, 13 Feb 2026, 12:10 WIB | Oleh:
Harga Cabai Rawit Rp84.250 Perkilogram Doc: ist
Ket. harga bawang merah naik

JAKARTA – Menjelang puasa semua harga meningkat utamanya kebutuhan dapur seperti cabai dan bawang. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga pangan komoditas bawang merah Rp50.950 per kilogram (kg), sedangkan cabai rawit merah Rp84.250 per kg.

Berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, Jumat pukul 09.50 WIB, selain cabai rawit merah, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang putih di harga Rp43.750 per kg.

Selain itu, beras kualitas bawah I di harga Rp15.000 per kg, beras kualitas bawah II Rp15.600 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp16.600 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp16.800 per kg.

Lalu, beras kualitas super I di harga Rp17.900 per kg, dan beras kualitas super II Rp17.200 per kg.

Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp45.400 per kg, cabai merah keriting Rp58.650 per kg, dan cabai rawit hijau Rp62.500 per kg.

Kemudian, daging ayam ras di harga Rp42.200 per kg, daging sapi kualitas I Rp148.200 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp143.150 per kg.

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp21.350 per kg, gula pasir lokal Rp19.050 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp19.950 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp22.950 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp21.900 per liter.

Di Makassar

Sebelumnya, di Makassar harga cabai sudah meningkat menjelang puasa. Sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan signifikan terutama cabai hingga tembus di angka Rp55 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan. 

"Kalau lombok kecil (cabai) itu harganya semula Rp15-20 ribu per kilogram, tapi ini sudah naik sampai Rp55 ribu per kilogram," ujar Sriwahyuni pedagang Pasar Pabaeng'baeng Makassar, Jumat. 

Namun untuk cabai merah keriting dan cabai besar, kata dia, masih di harga normal Rp20 ribu per kilogram. Sedangkan jenis sayuran lainnya seperti tomat juga ikut naik. Sedangkan wortel dan kentang juga diperkirakan naik. 

"Tomat itu naik dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram. Memang tinggi kenaikannya sampai tiga ribuan pe kilogram. Untuk wortel masih normal Rp5 ribu per kilo, yang super Rp12 ribu," tuturnya.

Menurut dia, kenaikan harga cabai dan tomat tersebut dipengaruhi kekurangan stok dari daerah. Kemungkinan besar dipengaruhi cuaca sehingga banyak petani panennya berkurang, di sisi lain permintaan tinggi. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.