Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gaspol dari Lahan Kosong: Kalimantan Tengah Bidik 21 Ribu Hektare Cetak Sawah Rakyat

24 Jumat, 13 Feb 2026, 22:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gaspol dari Lahan Kosong: Kalimantan Tengah Bidik 21 Ribu Hektare Cetak Sawah Rakyat Gaspol dari Lahan Kosong: Kalimantan Tengah Bidik 21 Ribu Hektare Cetak Sawah Rakyat Doc: ANTARA/HO-TPHP Kalteng)
Ket. Wagub Kalteng Edy Pratowo (tiga dari kiri) bersama jajaran saat panen di demplot padi di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau.

PALANGKA RAYA – Program Cetak Sawah Rakyat bisa dibilang jurus cepat untuk memperkuat fondasi pangan nasional.

Di tengah alih fungsi lahan yang terus terjadi, program yang didorong Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini hadir sebagai cara konkret menambah luas tanam sekaligus membuka peluang ekonomi baru di desa.

Tapi esensinya bukan sekadar “cetak lahan baru”—yang lebih penting adalah memastikan sawah tersebut benar-benar produktif lewat irigasi yang layak, pendampingan petani, dan akses pupuk serta benih.

Kalau dijalankan konsisten, dampaknya bisa berlapis: produksi beras naik, ketergantungan impor berkurang, dan pendapatan petani ikut terdongkrak.

Buat Indonesia, ini berarti langkah strategis menuju swasembada yang lebih realistis—bukan hanya target di atas kertas, tapi gerakan nyata dari desa untuk ketahanan pangan nasional.

Intinya, Cetak Sawah Rakyat bukan proyek instan, melainkan investasi jangka panjang supaya dapur rakyat tetap ngebul dan ekonomi perdesaan makin hidup.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo mengungkapkan bahwa saat ini Kalteng telah mewujudkan Program Cetak Sawah Rakyat seluas 21 ribu hektare dan optimasi lahan seluas 6.882 hektare merupakan langkah besar dalam mewujudkan provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional.

“Kemajuan sektor pertanian menjadi kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan sesuai prioritas pemerintah nasional,” kata Wagub di Palangka Raya, Jumat (13/2).

Untuk itu, dia meminta setiap daerah menyiapkan cadangan pangan pemerintah daerah.

Edy mengingatkan agar lahan baku sawah tidak dialihfungsikan di luar kepentingan ketahanan pangan. Ia berharap kepercayaan pemerintah pusat terhadap program lumbung pangan di Kalteng dapat dijawab dengan kerja keras dan sinergi antarinstansi.

Pemerintah Provinsi Kalteng juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui pendidikan vokasi gratis bagi generasi muda. Program ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia pertanian yang terampil, modern, dan siap diterjunkan sebagai Brigade Pangan di berbagai wilayah pengembangan.

“Lulusan vokasi tersebut nantinya diharapkan menjadi motor penggerak di lapangan, mempercepat adopsi teknologi, sekaligus menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan,” kata Edy.

Ia menambahkan pembangunan sektor pertanian, termasuk peternakan dan perikanan, menjadi salah satu fokus Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Rendy Lesmana menyatakan pihaknya terus memastikan pendampingan, ketersediaan sarana produksi, hingga penguatan kapasitas petani agar produktivitas semakin meningkat.

“Termasuk mendukung tersedianya fasilitasi sarana pascapanen yang lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas gabah kering panen bagi kelompok tani atau gapoktan,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
Banjir Luapan Sungai di Ace...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.