Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhut Berhasil Hentikan Pengiriman Ratusan Burung Kicau Ilegal

24 Selasa, 03 Jun 2025, 15:38 WIB | Oleh:
Kemenhut Berhasil Hentikan Pengiriman Ratusan Burung Kicau Ilegal Kemenhut Berhasil Hentikan Pengiriman Ratusan Burung Kicau Ilegal Doc: wikipedia
Ket. Cinenen Jawa (Orthotomus sepium)

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur bersama tim gabungan berhasil menghentikan penyelundupan ratusan burung kicau dari Bali menuju Jawa Tengah.

Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa (3/6), menjelaskan bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni lalu, pihaknya berhasil menghentikan pengiriman secara ilegal 331 burung kicau di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur setelah diketahui diangkut menggunakan bus antarkota tanpa dokumen resmi.

"Melindungi satwa liar adalah bagian dari mencintai Indonesia. Jika kita merawat kehidupan lain, maka kita sedang merawat nilai-nilai luhur bangsa ini," katanya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membeli, memelihara, atau memperjualbelikan satwa liar secara ilegal. 

"Jika menemukan aktivitas mencurigakan, laporkan segera. Alam tak bisa bicara, tapi kita bisa menjadi suara mereka," katanya.

Dia mengatakan sinergi antara Tim Penyelamatan Satwa Liar (Matawali), Resort Konservasi Wilayah (RKW) 13 Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso, Balai Besar KSDA Jawa Timur dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jatim Satpel Ketapang berhasil menghentikan pengiriman ilegal 331 ekor burung kicau.

Burung-burung itu terdiri atas Merbah Trukcuk (Pycnonotus goiavier) sebanyak 212 ekor dan Cinenen Jawa (Orthotomus sepium) 119 ekor. Total ada 299 ekor burung yang masih hidup dan segera ditangani secara cepat dan hati-hati oleh tim gabungan.

Setelah melalui pemeriksaan awal di Karantina Ketapang, burung-burung tersebut langsung dilepasliarkan ke kawasan Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup.

Dia mengharapkan habitat yang sejuk dan alami itu mampu membantu pemulihan satwa yang sempat mengalami stres akibat pengangkutan yang tidak layak.

Ia menjelaskan pelepasliaran satwa itu menjadi simbol bahwa alam masih mempunyai harapan, selama ada niat dan kerja nyata untuk menjaga dan melindunginya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
Banjir Luapan Sungai di Ace...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.