Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OECD: Perang Dagang Pangkas Prospek Pertumbuhan Ekonomi Global

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 15:45 WIB | Oleh:
OECD: Perang Dagang Pangkas Prospek Pertumbuhan Ekonomi Global Doc: AFP
Ket. OECD memangkas perkiraan pertumbuhan global tahunannya

PARIS - Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memangkas perkiraan pertumbuhan global tahunannya pada hari Selasa (3/6), memperingatkan bahwa serangan tarif Presiden AS Donald Trump akan menghambat ekonomi dunia, terutama yang berdampak paling keras terhadap AS.

Setelah pertumbuhan 3,3 persen tahun lalu, ekonomi dunia kini diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,9 persen pada tahun 2025 dan 2026, kata organisasi yang berpusat di Paris itu.

Dalam laporan sebelumnya di bulan Maret, OECD memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,1 persen untuk tahun 2025 dan 3,0 persen untuk tahun 2026.

Sejak itu, Trump telah meluncurkan gelombang tarif yang mengguncang pasar keuangan.

"Prospek global menjadi semakin menantang," kata OECD, kelompok kebijakan ekonomi yang beranggotakan 38 negara yang sebagian besar kaya.

Dikatakannya, "kenaikan substansial" dalam hambatan perdagangan, pengetatan kondisi keuangan, melemahnya keyakinan bisnis dan konsumen, dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan semuanya akan memiliki "dampak buruk yang nyata pada pertumbuhan" jika terus berlanjut.

OECD menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun 2025 untuk Amerika Serikat dari 2,2 persen menjadi 1,6 persen.

Ekonomi terbesar dunia diperkirakan akan melambat lebih lanjut tahun depan menjadi 1,5 persen.

Sebelum laporan OECD itu dipublikasikan, Trump, yang bersikeras bahwa tarif akan memicu kebangkitan manufaktur dan memulihkan "Zaman Keemasan" ekonomi AS, mengunggah di platform Truth Social miliknya : "Karena Tarif, Perekonomian kita MELEDAK!"

OECD mengadakan pertemuan tingkat menteri di Paris pada hari Selasa dan Rabu.

Negosiator perdagangan AS dan Uni Eropa diperkirakan akan mengadakan pembicaraan di sela-sela pertemuan tersebut setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 50 persen pada Uni Eropa.

Kelompok Tujuh negara ekonomi maju (G7) juga mengadakan pertemuan yang berfokus pada perdagangan.

"Bagi semua orang, termasuk Amerika Serikat, pilihan terbaik adalah negara-negara duduk bersama dan mencapai kesepakatan," kata kepala ekonom OECD Alvaro Pereira dalam wawancara dengan AFP.

"Menghindari fragmentasi perdagangan lebih lanjut adalah hal yang sangat penting dalam beberapa bulan dan tahun mendatang," kata Pereira.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
Ekonomi
Pemanfaatan Panel Surya unt...
Nasional
Uji Kelayakan dan Kepatutan...
Daerah
Pelajar Terdampak Karhutla ...
"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.