Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OECD: Perang Dagang Pangkas Prospek Pertumbuhan Ekonomi Global

28 Selasa, 03 Jun 2025, 15:45 WIB | Oleh:
OECD: Perang Dagang Pangkas Prospek Pertumbuhan Ekonomi Global OECD: Perang Dagang Pangkas Prospek Pertumbuhan Ekonomi Global Doc: AFP
Ket. OECD memangkas perkiraan pertumbuhan global tahunannya

PARIS - Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memangkas perkiraan pertumbuhan global tahunannya pada hari Selasa (3/6), memperingatkan bahwa serangan tarif Presiden AS Donald Trump akan menghambat ekonomi dunia, terutama yang berdampak paling keras terhadap AS.

Setelah pertumbuhan 3,3 persen tahun lalu, ekonomi dunia kini diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,9 persen pada tahun 2025 dan 2026, kata organisasi yang berpusat di Paris itu.

Dalam laporan sebelumnya di bulan Maret, OECD memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,1 persen untuk tahun 2025 dan 3,0 persen untuk tahun 2026.

Sejak itu, Trump telah meluncurkan gelombang tarif yang mengguncang pasar keuangan.

"Prospek global menjadi semakin menantang," kata OECD, kelompok kebijakan ekonomi yang beranggotakan 38 negara yang sebagian besar kaya.

Dikatakannya, "kenaikan substansial" dalam hambatan perdagangan, pengetatan kondisi keuangan, melemahnya keyakinan bisnis dan konsumen, dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan semuanya akan memiliki "dampak buruk yang nyata pada pertumbuhan" jika terus berlanjut.

OECD menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun 2025 untuk Amerika Serikat dari 2,2 persen menjadi 1,6 persen.

Ekonomi terbesar dunia diperkirakan akan melambat lebih lanjut tahun depan menjadi 1,5 persen.

Sebelum laporan OECD itu dipublikasikan, Trump, yang bersikeras bahwa tarif akan memicu kebangkitan manufaktur dan memulihkan "Zaman Keemasan" ekonomi AS, mengunggah di platform Truth Social miliknya : "Karena Tarif, Perekonomian kita MELEDAK!"

OECD mengadakan pertemuan tingkat menteri di Paris pada hari Selasa dan Rabu.

Negosiator perdagangan AS dan Uni Eropa diperkirakan akan mengadakan pembicaraan di sela-sela pertemuan tersebut setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 50 persen pada Uni Eropa.

Kelompok Tujuh negara ekonomi maju (G7) juga mengadakan pertemuan yang berfokus pada perdagangan.

"Bagi semua orang, termasuk Amerika Serikat, pilihan terbaik adalah negara-negara duduk bersama dan mencapai kesepakatan," kata kepala ekonom OECD Alvaro Pereira dalam wawancara dengan AFP.

"Menghindari fragmentasi perdagangan lebih lanjut adalah hal yang sangat penting dalam beberapa bulan dan tahun mendatang," kata Pereira.

Pada bulan April, Trump memberlakukan tarif dasar sebesar 10 persen pada impor dari seluruh dunia. 

Ia mengumumkan tarif yang lebih tinggi pada puluhan negara tetapi menangguhkannya hingga bulan Juli untuk memberi waktu bagi negosiasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Nasional
Tak Cukup Publikasi, Riset ...
Luar Negeri
Russia-Ukraina Berlakukan G...
Luar Negeri
Utusan Asean Kunjungi Myanm...
Megapolitan
Pemprov Antisipasi Kegagala...
Megapolitan
Jaminan Kesehatan, Pengelol...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.