Bekasi Darurat Sampah Liar, 20 Ton Limbah Diangkut dalam Sehari, Siapa Biang Keroknya?

Jumat, 13 Feb 2026, 06:30 WIB

KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dengan aksi nyata membersihkan puluhan ton sampah liar yang menumpuk di sejumlah titik strategis, Kamis (12/2/2026). Salah satu fokus utama penanganan berada di Jalan Tanggul Pelaukan, Kecamatan Karangbahagia, yang menjadi lokasi pembersihan 20 ton limbah rumah tangga dan sektor usaha.

Melibatkan ratusan relawan hingga siswa sekolah Adiwiyata, aksi ini menjadi alarm keras bagi warga dan pelaku usaha di Bekasi bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab pribadi sesuai mandat undang-undang.

Ket. Foto: Aksi bersih sampah liar memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026 tingkat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat di Jalan Tanggul Pelaukan, perbatasan Desa Sukaraya dengan Karangrahayu, Kecamatan Karangbahagia, Kamis. — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

"Salah satu lokasi sasaran kegiatan puncak aksi bersih sampah yang kami laksanakan hari ini berada di Jalan Tanggul Pelaukan, perbatasan wilayah Desa Sukaraya dengan Karangrahayu di Kecamatan Karangbahagia," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait di Cikarang, Kamis.

Dia mengatakan, lokasi tersebut dipilih sebagai salah satu sampel penanganan karena merupakan jalur perlintasan yang cukup strategis serta kondisinya masih ditemukan timbunan sampah.

"Dari jenis sampah yang sudah kita kumpulkan, terlihat bahwa sebagian sampah berasal dari sampah sektor-sektor usaha dan sampah rumah tangga," katanya.

Donny menegaskan, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, menyebutkan setiap penghasil sampah bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.

"Kalau mengacu pada undang-undang persampahan, yang bertanggung jawab terhadap sampah adalah pribadi masing-masing. Nah sedangkan pemerintah daerah berperanan melakukan pengangkutan dan pengelolaan," ujarnya.

Dirinya pada momentum HPSN 2026 ini turut meminta sinergi lebih optimal dari berbagi pihak seperti unsur Muspika, pemerintah desa terutama para ketua RT dan RW, para pelaku usaha serta unsur masyarakat lain dalam pengelolaan sampah yang lebih baik.

"Kami berharap ke depan kepedulian RT dan RW tidak hanya berfokus pada permukiman warga, tetapi juga mengkoordinir sampah dari pelaku usaha yang ada di wilayahnya masing-masing," katanya.

Aksi bersih sampah ini berhasil mengangkut 20 ton sampah dengan mengerahkan lima armada truk serta melibatkan ratusan partisipan dan relawan mulai dari enam UPTD Persampahan, swasta, aparatur desa, hingga lintas sektor lain.

Selain itu, pelajar dan tenaga pendidik asal SMA Negeri 1 Sukatani yang berstatus sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat juga turut dilibatkan dalam aksi bersih ini sebagai bagian dari edukasi lingkungan.

"Kita juga harus mengajarkan generasi muda tentang penting menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan benar. Oleh karena itu, sekolah-sekolah yang memang aktif di Adiwiyata kami libatkan dalam aksi ini," katanya.

Pihaknya berharap momentum HPSN bisa menjadi refleksi bersama bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Bekasi.

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.