- Home
-
- Megapolitan
-
- Keren, Calon Pengantin di ...
Keren, Calon Pengantin di Kepulauan Seribu Diedukasi Ini untuk Cegah Stunting
Selasa, 11 Agu 2026, 03:30 WIBJAKARTA - Pemerintah Kabupaten melalui Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Kepulauan Seribu mengedukasi calon pengantin dalam mempersiapkan pernikahan serta mencegah anak mereka kelak terkena stunting atau penyakit gagal tumbuh akibat gizi buruk.
âKami ingin memastikan kesehatan calon pasangan dan kesiapan membangun keluarga adalah hal yang jauh lebih penting. Dari sanalah upaya mencegah stunting sesungguhnya dapat dimulai,â kata Kepala Sudin PPAPP Kepulauan Seribu Simon Baginda Pardomuan Panjaitan di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan persiapan pernikahan semestinya tidak hanya berfokus pada aspek seremonial, seperti gedung atau undangan, namun juga kesiapan fisik dan kesehatan pasangan.
Menurut Simon, masa calon pengantin merupakan golden starting point atau titik awal yang krusial dalam mempersiapkan keluarga sehat.
Dia menilai kondisi kesehatan yang prima sebelum memasuki kehidupan berkeluarga merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, pasangan, serta generasi yang akan dilahirkan.
âIni yang coba kita capai melalui pelatihan dan edukasi,â ujar Simon.
Dalam memberikan pemahaman kepada calon pasangan pengantin, kata dia, pihaknya menggelar webinar edukasi bertajuk âCatin: Aku Sehat, Aku Hebat, Siap untuk Berkeluargaâ, yang digelar secara daring dengan menghadirkan narasumber dr. Ika Maryani, Sp.PD dan dr. Valencia N. Febrianti yang diikuti sejumlah kader.
Melalui kegiatan tersebut, kader diharapkan menjadi pendamping yang aktif mengingatkan dan mengajak pasangan calon pengantin memeriksakan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Simon menegaskan dengan adanya kolaborasi antara Puskesmas, Kantor Urusan Agama (KUA), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Tim Pendamping Keluarga (TPK), calon pengantin diarahkan agar mengikuti alur pelayanan kesehatan, mulai dari tingkat RT/RW hingga mendapatkan Sertifikat Layak Nikah.
Selain itu, calon pengantin juga diimbau agar menghindari "Empat Terlalu" (4T), yakni Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Banyak, dan Terlalu Dekat, serta mengikuti anjuran usia menikah minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.
âKeluarga yang sehat tidak lahir secara kebetulan, melainkan dipersiapkan. Kami ingin setiap pasangan di Kepulauan Seribu memiliki bekal pengetahuan yang cukup sebelum membangun rumah tangga,â tutur Simon.
Sementara itu, narasumber dr. Ika Maryani menjelaskan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh idealnya dilakukan tiga hingga enam bulan sebelum hari pernikahan.
Menurut dia, sejumlah penyakit dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi jika tidak terdeteksi sejak dini, contohnya penyakit diabetes, maka diperlukan pemeriksaan HbA1c.
Selain itu, kata dia, skrining Hepatitis B sangat penting karena dapat ditularkan dari ibu ke bayi, serta USG abdomen untuk mendeteksi kondisi, seperti mioma uteri.
âKami menekankan pentingnya pemahaman mengenai faktor genetik, seperti risiko talasemia, serta anjuran konsultasi bagi perempuan dengan mata minus tinggi (lebih dari minus lima) sebelum merencanakan kehamilan,â ungkap Ika.Â
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Festival Lingkungan JEFF 2026 Digelar di Balai Kota Jakarta
-
Strategi Jitu PASTI Papua Cegah Stunting di Nabire, Ini yang Dilakukan
-
PKK Makassar Edukasi Ratusan Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting
-
PT KAI Siapkan Rangkaian 12 Kereta di Stasiun Bogor untuk Antisipasi Tingginya Mobilitas Masyarakat
-
Mencegah Stunting dengan Memperkuat Peran Posyandu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.