AS-Korsel Gelar Latihan Gabungan untuk Antisipasi Ancaman Korut

Selasa, 11 Agu 2026, 02:45 WIB

SEOUL — Pasukan Korea Selatan (Korsel) dan AS akan menggelar latihan gabungan besar-besaran pekan depan yang mensimulasikan pertempuran melawan pasukan Korea Utara (Korut) yang berpengalaman dalam pertempuran melalui penugasan dalam perang Russia-Ukraina, kata seorang juru bicara latihan pada Senin (10/8).

Latihan gabungan Ulchi Freedom Shield adalah kegiatan rutin musim panas bagi angkatan bersenjata Korsel dan pasukan sekutu AS yang dirancang untuk mempersiapkan mereka menghadapi pertahanan melawan Korut yang memiliki senjata nuklir.

Ket. Foto: Pasukan Korsel dan AS berfoto bersama saat digelar latihan militer gabungan Ulchi Freedom Shield di Yeoju pada Agustus tahun lalu. Pada Senin (10/8) juru bicara Komando Pasukan Gabungan AS dan Korsel mengumumkan bahwa Korsel dan AS akan kembali menggelar latihan gabungan Ulchi Freedom Shield mulai 17 hingga 28 Agustus mendatang. — Sumber: AFP/Jung Yeon-je

Pyongyang selalu marah dengan latihan-latihan militer gabungan tersebut, mengecamnya dengan menuduh latihan itu sebagai gladi bersih untuk invasi.

“Latihan militer selama 11 hari tahun ini, yang dimulai pada 17 Agustus, akan mempertimbangkan perubahan karakter peperangan," kata Kolonel Ryan Donald, juru bicara Komando Pasukan Gabungan AS dan Korsel.

"Tentara Korut telah dikerahkan dan bertempur di Ukraina dan mereka telah mendapat pelajaran yang mereka peroleh di sana dan membawanya kembali ke Korut. Hal itu mengubah kemampuan Korut, dan pelatihan kami memperhitungkan ancaman tersebut," imbuh dia.

Latihan gabungan Ulchi Freedom Shield tersebut melibatkan 18.000 tentara Korsel dan rekan-rekan mereka dari kontingen AS yang berjumlah 28.500 yang ditempatkan di negara itu, akan lebih fokus pada peperangan drone, gangguan GPS, dan peran serangan siber, kata Donald, seraya menegaskan bahwa  Ulchi Freedom Shield merupakan latihan tahunan bersifat defensif yang dirancang untuk memperkuat postur pertahanan gabungan kedua sekutu.

Dewan Kepala Staf Gabungan mengatakan bahwa skenario latihan tahun ini akan memasukkan kondisi realistis berdasarkan pelajaran yang dipetik dari operasi militer terkini, dan latihan ini akan memperkuat kemampuan pertahanan gabungan kedua sekutu di seluruh domain operasional.

Korut diketahui telah mempererat hubungannya dengan Russia sejak Kremlin memerintahkan invasi skala penuh ke Ukraina pada tahun 2022.

Menurut para analis, Pyongyang telah mengirimkan pasukan dan amunisi untuk perang Moskwa yang sedang goyah sebagai imbalan atas dukungan finansial, makanan, energi, dan teknologi militer. Selain itu para prajurit Korut juga memperoleh pengalaman di medan perang modern.

Laporan Zelenskyy

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan dalam sebuah pesan di media sosial pada Minggu (9/8) bahwa keputusan telah dibuat untuk menempatkan 30.000 hingga 50.000 personel Korut di wilayah Russia.

"Mereka sedang mempelajari perang ini," kata Presiden Zelenskyy. "Jika kita berbicara tentang krisis dan eskalasi di wilayah lain seperti di Pasifik yang bisa menimbulkan ancaman bagi negara-negara Asia lainnya, maka Korut pasti akan memperoleh pengalaman dalam peperangan modern di bawah bimbingan Russia," imbuh dia.

Oleh karena itu Presiden Zelenskyy menyerukan kerja sama yang lebih erat dengan Korsel. Ia bahkan mengatakan Kyiv ingin menerima dukungan dalam sistem pertahanan udara dan siap bekerja sama dengan Seoul dalam kesepakatan drone serta berbagai bidang lainnya.

Presiden Korsel, Lee Jae-myung, yang berhaluan moderat telah membalikkan pendirian pendahulunya yang berhaluan keras sejak berkuasa pada Juni 2025, menawarkan pembicaraan kepada Pyongyang tanpa prasyarat.

Namun, kepemimpinan Korut belum menanggapi tawaran-tawaran yang telah berulang kali dia sampaikan.

Secara teknis, kedua Korea masih dalam keadaan perang karena perang tahun 1950-1953 mereka, yang dipicu oleh serangan Korut, berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian perdamaian. AFP/KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Berbagai Sumber

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.