- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ribuan Warga Ceuta Demo Tu...
Ribuan Warga Ceuta Demo Tuntut Solusi Krisis Migrasi
Selasa, 11 Agu 2026, 03:00 WIBMoskow - Ribuan warga mengikuti aksi unjuk rasa yang digelar oleh empat komunitas agama utama di Ceuta, Spanyol, untuk mendesak pemerintah segera mencari solusi atas krisis migrasi yang terjadi di wilayah tersebut.
Dikutip dari Antara, Aksi yang melibatkan komunitas Kristen, Muslim, Yahudi, dan Hindu itu berlangsung pada Minggu (9/8) malam. Diperkirakan sekitar 10.000 orang mengikuti demonstrasi, sedangkan kepolisian memperkirakan jumlah peserta mencapai 5.000 orang.
Para demonstran mendesak pemerintah pusat meningkatkan keterlibatan dalam menangani krisis, menambah personel kepolisian dan Garda Sipil, memperketat keamanan perbatasan dengan Maroko, serta mengambil langkah untuk menangani para migran yang masih berada di Ceuta.
Ceuta merupakan kota otonom Spanyol di Afrika Utara yang berbatasan langsung dengan Maroko. Wilayah tersebut menghadapi lonjakan kedatangan migran dalam jumlah besar pada akhir Juli.
Dalam satu hari, sekitar 60.000 orang dilaporkan menyeberang menuju Ceuta, sementara wilayah tersebut hanya berpenduduk sekitar 85.000 jiwa.
Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas menilai jumlah migran asal Maroko yang masih berada di wilayah tersebut jauh lebih besar daripada angka yang disampaikan pemerintah pusat.
Menurut Vivas, sekitar 8.000 hingga 11.000 migran tanpa dokumen masih berada di Ceuta setelah gelombang kedatangan pada akhir Juli.
"Pemerintah (Spanyol) mengeklaim bahwa 2.500 migran masih berada di Ceuta. Data awal menunjukkan bahwa antara 8.000 hingga 11.000 orang masih berada di sana," kata Vivas dalam video yang diunggah kantor berita Europa Press di platform X.
Ia menambahkan kondisi Ceuta belum kembali normal setelah lonjakan kedatangan migran dari Maroko.
Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska sebelumnya mengatakan sekitar 72.000 migran telah memasuki Ceuta. Dari jumlah tersebut, sekitar 70.000 orang telah kembali ke Maroko.
Sementara itu, pemerintah Maroko memperkirakan sekitar 40.000 orang telah memasuki Ceuta.
Krisis migrasi tersebut turut memicu seruan dari sejumlah negara anggota Uni Eropa (UE), termasuk Denmark, Italia, Republik Ceko, dan Finlandia, untuk mempertimbangkan penangguhan sementara keanggotaan Spanyol dalam kawasan Schengen.
Jerman Perketat Migran
Di tengah persoalan migrasi di Ceuta, Jerman juga mempertegas sikapnya terkait pemulangan migran dan menyatakan keinginan melanjutkan kembali transfer migran ke Italia dan Yunani setelah Pakta Migrasi dan Suaka UE mulai berlaku.
Setelah pakta tersebut berlaku pada 12 Juni, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman mengatakan sistem Dublin merupakan "syarat mutlak" bagi keberhasilan Sistem Suaka Eropa Bersama.
Berlin berharap proses transfer migran ke Italia dan Yunani dapat kembali dilakukan sejak aturan tersebut berlaku.
- Gelombang Migran
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.