Trump Pilih Tekanan Ekonomi untuk Hadapi Iran

Selasa, 11 Agu 2026, 03:10 WIB

Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan pemerintahannya kini lebih memilih mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Iran daripada segera melancarkan operasi militer baru.

Dikutip dari Antara, Trump mengatakan pada Minggu (9/8), Washington melakukan pendekatan yang lebih tenang dalam bernegosiasi dengan Teheran sembari memantau kondisi ekonomi Iran yang disebut semakin memburuk.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: Filippo MONTEFORTE/AFP

"Kami hanya bernegosiasi setengah hati dengan mereka. Kami hanya mengawasi Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan kenyataan bahwa mereka tidak memiliki uang," kata Trump.

Trump menilai kondisi keuangan Iran berada dalam situasi yang sangat buruk dan negara tersebut mengalami kesulitan membayar gaji tentaranya. Menurut dia, blokade laut yang diberlakukan AS turut meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Iran dan memperburuk krisis ekonomi negara tersebut.

"Kami melakukannya dengan pendekatan yang tidak terlalu mencolok," ujarnya.

Trump juga mengatakan dampak ekonomi konflik terhadap masyarakat AS mulai mereda seiring harga minyak turun ke sedikit di atas 75 dollar AS per barel.

"Ini akan berakhir dengan baik. Selalu berakhir dengan baik. Ini seperti permainan catur," kata Trump mengenai konfrontasi dengan Teheran.

Di tengah pendekatan tersebut, Trump secara pribadi disebut mempertimbangkan untuk mengakhiri perang dengan Iran meski tanpa mencapai kesepakatan mengenai program nuklir, menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip pejabat AS.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump disebut tengah mempersiapkan rencana untuk mendeklarasikan kemenangan dalam perang apabila Teheran membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.

Trump juga disebut menyampaikan kepada penasihat seniornya keinginan untuk mencapai kesepakatan dengan Iran meski tanpa perjanjian nuklir.

Fokus Selat Hormuz

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada WSJ bahwa AS telah memenuhi seluruh tujuan militernya terkait Iran. Trump kini disebut lebih berfokus menjaga kelancaran lalu lintas pasokan energi melalui Selat Hormuz.

Meski demikian, opsi operasi militer masih terbuka apabila Iran terus menyerang kapal-kapal dagang di kawasan tersebut.

Kepada penasihat seniornya, Trump menyatakan keyakinan bahwa Teheran tidak akan melanjutkan program nuklir selama dirinya menjabat. Ia merujuk pada serangan AS yang disebut telah menghancurkan tiga fasilitas nuklir Iran pada 2025.

Dalam sejumlah pertemuan terakhir, Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa ancaman serangan AS telah cukup menjadi penggentar bagi Teheran.

Para pejabat AS mengisyaratkan Trump kemungkinan memilih memperpanjang gencatan senjata hingga waktu yang tidak ditentukan apabila Washington berhasil mengendalikan program nuklir Iran.

Trump juga disebut akan mencabut blokade AS terhadap pelabuhan Iran apabila Teheran membuka Selat Hormuz secara penuh.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.