Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenko Polkam: Indeks Transparansi Keuangan Parpol Kurang Baik

📅 Kamis, 12 Feb 2026, 03:07 WIB | Oleh: Tim Penulis

Minta Naik

Lodewijk mengatakan pihaknya sejauh ini masih memegang patokan bantuan dana partai politik (banpol) yang sebesar 1.000 rupiah per suara, meski partai politik meminta naik. “Dari diskusi yang disampaikan oleh perwakilan partai politik tadi, mereka sampaikan masih kurang, tapi sementara patokan itu (Rp1.000 per suara per tahun) yang kita pegang,” jelasnya.

Ia menyadari di negara-negara lain bantuan dana untuk partai politik nilainya di atas Indonesia, namun yang berhak memberi usulan adalah KPK, sehingga Kemenko Polkam masih menunggu usulan terbaru jika angka tersebut mulai dinilai tidak relevan lagi.

“Itu adalah dari KPK, contoh Partai Golkar mendapat suara 23 juta sekian, artinya dalam satu tahun Partai Golkar sudah mendapat uang banpol dari APBN sebesar 23 miliar rupiah per tahun,” ucap Lodewijk.

Lebih jauh, Sekretaris Jenderal KPK RI Cahya Hardianto Harefa menjelaskan bahwa awalnya tahun 2019 mereka mengusulkan bantuan dana partai politik sebesar 16.900 rupiah dengan pembiayaan 50 persen dengan APBN atau 8.000 rupiah.

Sempat pula muncul angka 10.000 rupiah untuk setiap suara, namun yang disetujui pemerintah 1.000 rupiah per suara per tahun, dan berlaku hingga saat ini. Partai politik melihat ketika pemerintah menuntut transparansi publik terhadap keuangan partai maka harus ada timbal balik untuk menunjukkan negara peduli dengan keuangan partai.

Sekjen KPK RI itu kemudian menegaskan semestinya nilai integritas partai politik tidak hanya diukur dengan uang. “Jadi berapa pun itu yang penting partai politik diharapkan bisa menjadi teladan, kalau dari parpolnya sendiri teladan yang diukur dengan indeks integritas ini, harapannya para kader-kader yang ditempatkan di berbagai tempat bisa juga menularkan integritas yang baik,” ujar Cahya Harefa.

Meski bantuan dana partai politik tidak mengalami kenaikan, KPK RI berharap indeks integritas partai politik meningkat pada tahun-tahun mendatang karena nilai ini mencerminkan kualitas pemimpin yang lahir dari partai-partai tersebut. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Hari Ini Indonesia Berharap Pecah Telor untuk Medali Emas

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Hari Ini Indonesia Berharap...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.