Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Wajibkan Kawasan Wisata Terapkan Sistem Pengelolaan Nol Sampah
📅 Selasa, 10 Feb 2026, 20:34 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Rubby Jovan
KOTA BANDUNG - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengeluarkan ultimatum tegas bagi seluruh pengelola kawasan pariwisata di Kota Kembang untuk wajib menerapkan sistem pengelolaan nol sampah atau zero waste dalam tiga bulan ke depan.
Langkah berani ini diambil guna menjaga citra Bandung sebagai destinasi unggulan sekaligus menekan volume sampah harian yang masih menjadi tantangan pelik. Dalam pernyataannya di Bandung, Selasa (10/2), Farhan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung tidak akan segan menjatuhkan sanksi bagi pihak pengelola yang tidak menunjukkan komitmen nyata dalam mengolah sampah organik secara mandiri di lingkungannya masing-masing.
“Setiap kawasan berpengelola di Kota Bandung harus zero waste. Kalau dalam tiga bulan tidak ada komitmen, mohon maaf, akan ada sanksi,” kata Farhan di Bandung, Selasa.
Farhan mencontohkan penerapan pengelolaan sampah mandiri yang dilakukan salah satu hotel di Jalan Supratman, Bandung, yang telah mengolah sampah organik sendiri serta memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Kalau yang organik tidak akan diangkut. Yang diangkut hanya residu, itu pun dipilah lagi antara yang bisa didaur ulang dan RDF. Hanya sampah tertentu seperti LB3 yang perlu pengolahan khusus,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Farhan mengatakan sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Bandung membangun model pengelolaan sampah berbasis kawasan yang sebelumnya telah diterapkan di sejumlah pasar tradisional.
Salah satunya di Pasar Caringin yang sempat menumpuk sekitar 500 ton sampah lama dan kini dinyatakan telah bersih.
“Caringin itu bisa dikatakan sudah selesai. Sebanyak 500 ton sampah sisa lama sudah diangkut semuanya. Sekarang tinggal tumpukan sampah harian dan itu sudah dikelola melalui kerja sama business to business dengan pihak ketiga,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menuturkan model serupa juga telah diterapkan di Pasar Gedebage dan selanjutnya akan menyasar Pasar Ciroyom.
Pemkot Bandung juga mengawal perbaikan infrastruktur di kawasan pasar, termasuk sistem drainase di Pasar Caringin yang dinilai masih memerlukan pembenahan oleh pengelola swasta.
Ia mengungkapkan saat ini Kota Bandung baru mampu mengelola sekitar 22 persen dari total 1.597 ton sampah yang dihasilkan setiap hari.
Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 36 persen pada April 2026, dan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026 harus mencapai 65 persen.
“Kuncinya keterlibatan semua pihak, termasuk pelaku wisata,” ujar Farhan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!