Menunggu Uluran Tangan Bapak Angkat: Harapan Petani Menes Menumbuhkan Buah Naga
📅 Minggu, 08 Feb 2026, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Massur
PANDEGLANG – Di hamparan lahan Desa Cilaban Bulan, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, para petani mulai menaruh harapan pada merah menyala buah naga.
Tanaman ini perlahan menjadi simbol mimpi baru: pertanian yang lebih produktif dan pendapatan yang lebih menjanjikan.
Namun di balik semangat itu, keterbatasan modal, teknologi budi daya, dan akses pasar masih menjadi tembok tinggi yang sulit ditembus sendiri.
Karena itu, para petani membutuhkan sosok “bapak angkat”—mitra yang mampu menghadirkan pendampingan, pembiayaan, hingga jejaring pemasaran.
Dengan dukungan tersebut, buah naga tak sekadar tumbuh di ladang, tetapi juga membuka jalan bagi kebangkitan ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja lokal, dan mengubah pertanian tradisional menjadi usaha berorientasi nilai tambah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita sudah enam bulan mengembangkan pertanian budi daya buah naga bisa menghasilkan panen dan pendapatan ekonomi," kata Sumarna (60) seorang petani buah naga warga Desa Cilaban Bulan Kabupaten, Pandeglang, Sabtu (7/2).
Pertanian budi daya buah naga yang dikembangkan itu relatif terbatas di lahan seluas 300 meter persegi dan sangat membutuhkan "bapak angkat" untuk pengembangan usaha masyarakat pedesaan, ujar dia.
Pertanian buah naga itu selama enam bulan sudah menghasilkan panen sekitar 400 buah dan dijual Rp5.000 per buah, sehingga menghasilkan pendapatan Rp2 juta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, ia mengatakan optimistis di daerah tersebut bisa dikembangkan budidaya pertanian buah naga.
"Kami meyakini jika ada "bapak angkat" bisa menjadi pertanian hortikultura jenis buah naga menjadi andalan ekonomi masyarakat setempat," kata Sumarna.
Menurut dia, usaha mengembangkan budi daya buah naga itu berawal belajar dari petani Sukabumi, Jawa Barat.
Pertanian buah naga di daerah itu menjadi andalan ekonomi masyarakat pedesaan, sehingga perlu dikembangkan di Desa Cilaban Bulan Menes Pandeglang, karena topografi alamnya juga sama di bawah kaki gunung.
Bahkan, menurut dia, beberapa pekan lalu ada warga Rangkasbitung belajar ke sini untuk mengembangkan budi daya pertanian buah naga.
"Kami berharap bisa mengembangkan pertanian budi daya buah naga di wilayahnya, jika ada bapak angkat dari perusahaan maupun pemodal guna menjadikan sentra penghasil buah naga di Pandeglang, Banten," kata Mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Cilaban Bulan, Pandeglang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!