Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPOM: Waspadai Boraks hingga Rhodamin B pada Produk Pangan di Pasaran

📅 Senin, 09 Mar 2026, 14:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPOM: Waspadai Boraks hingga Rhodamin B pada Produk Pangan di Pasaran Doc: ANTARA
Ket. Kepala BPOM RI, Tarunan Ikrar saat melakukan pengawasan pangan secara langsung di Lotte Grosir Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (9/3/2026).

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Tarunan Ikrar mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penggunaan bahan berbahaya dalam produk pangan yang masih berpotensi ditemukan di pasaran.

"Beberapa bahan yang menjadi fokus pengawasan antara lain boraks, formalin, hingga pewarna non-pangan seperti Rhodamin B," kata Taruna usai melakukan pengawasan pangan secara langsung di Lotte Grosir Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (9/3).

Taruna mengatakan, BPOM terus melakukan pengawasan terhadap berbagai produk pangan, khususnya saat permintaan masyarakat meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Menurutnya, sejumlah bahan kimia kerap disalahgunakan oleh oknum pelaku usaha karena dapat memperbaiki tampilan atau daya tahan produk pangan.

"Formalin itu sebenarnya untuk pengawet mayat, sementara boraks digunakan untuk keperluan industri seperti kayu, sehingga tidak boleh digunakan dalam pangan," jelas Taruna.

Selain itu, BPOM juga memantau penggunaan pewarna non-pangan seperti Rhodamin B yang sering disalahgunakan untuk membuat tampilan makanan menjadi lebih menarik.

Padahal, zat tersebut bersifat karsinogenik dan berpotensi memicu kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Taruna menjelaskan, pengawasan BPOM tidak hanya menyasar bahan pengawet dan pewarna berbahaya, tetapi juga penggunaan bahan kimia obat pada produk pangan, seperti antibiotik pada hasil perikanan dan peternakan.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat pada pangan, kata Taruna, dapat memicu resistensi antimikroba yang saat ini menjadi ancaman kesehatan global. Di Indonesia sendiri, tingkat resistensi antimikroba telah mencapai sekitar 43 persen.

"Ini menjadi perhatian serius karena resistensi antimikroba dapat membuat pengobatan menjadi semakin sulit," ucap Taruna.

Selain itu, BPOM juga mencermati berbagai isu keamanan pangan lain yang beredar di masyarakat, termasuk dugaan praktik mencampurkan bahan tidak lazim pada makanan demi meningkatkan tekstur atau daya tarik produk.

Secara nasional, BPOM telah melakukan pemeriksaan terhadap ribuan sampel produk pangan di berbagai daerah. Dari hasil pengujian tersebut, sekitar 4,5 persen produk ditemukan tidak memenuhi syarat keamanan pangan.

Taruna menegaskan BPOM akan terus memperkuat pengawasan sekaligus melakukan pembinaan kepada pelaku usaha agar mematuhi standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat membeli produk makanan dan memastikan produk yang dikonsumsi tidak mengandung bahan berbahaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Daerah
Kualitas Udara Pontianak Ca...
Nasional
Perkuat Peran Posyandu untu...

AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump

40 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Undang Putin Hadiri KTT ...
Olahraga
Thailand Berambisi Besar Ju...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.