Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penggunakan Sistem SKS Kampus dalam Kurikulum Meme Sekolah Rakyat

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 15:05 WIB | Oleh:
Penggunakan Sistem SKS Kampus dalam Kurikulum Meme Sekolah Rakyat Doc: Antara
Ket. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (kanan) bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (kiri).

Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan kurikulum Multi Entry, Multi Exit (MEME) Sekolah Rakyat siap menggunakan sistem satuan kredit semester (SKS) seperti pada pembelajaran jenjang pendidikan tinggi.

Ia menerangkan sistem tersebut memungkinkan murid dapat langsung mengikuti muatan mata pelajaran, atau program lebih banyak tanpa terkendala oleh peserta didik lain.

“Sistemnya kira-kira kalau secara sederhana itu seperti kuliah dengan sistem SKS. Di mana murid itu tentu tidak harus menempuh mata pelajaran dalam waktu yang sama, tetapi mungkin berbeda-beda satu dengan yang lainnya sesuai dengan tingkat kemampuannya," kata Mendikdasmen Mu'ti dalam kegiatan Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta International Expo (Jiexpo) Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat.

Dengan sistem SKS, ia mengatakan murid Sekolah Rakyat dapat langsung mengikuti muatan, mata pelajaran, atau program lebih banyak tanpa terkendala oleh peserta didik lain.

Meski menggunakan jenis kurikulum yang berbeda, Mu'ti menegaskan materi pelajaran di Sekolah Rakyat tetap disusun sebagaimana kurikulum yang ada di sekolah formal.

Berkenaan dengan hal tersebut, ia mengatakan Kemendikdasmen akan berperan dalam menyediakan modul pembelajaran di setiap jenjang.

“Modul berisi materi-materi pembelajaran di mana murid dimungkinkan untuk dapat menyelesaikan modul itu berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya,” imbuhnya.

Selain kurikulum tertulis, Mu'ti juga memperkenalkan hidden kurikulum yang akan berlaku di Sekolah Rakyat.

Ia menjelaskan hidden kurikulum ialah upaya pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan atau situasi belajar formal maupun non formal (asrama) yang selaras dan tidak terpisahkan dengan kurikulum yang diberikan secara tertulis.

“Pembelajaran di Sekolah Rakyat itu selain ada kurikulum yang berupa materi-materi yang kami sampaikan, juga ada hidden kurikulum yang di dalamnya terkait lingkungan sekolah, lingkungan asrama itu menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran Sekolah Rakyat,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.