Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda Sulsel Menduga Ada Kecurangan dalam Seleksi Calon Siswa Polisi

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polda Sulsel Menduga Ada Kecurangan dalam Seleksi Calon Siswa Polisi Doc: ANTARA 
Ket. Ilustrasi - Perwakilan calon siswa bintara Polri menandatangani fakta integritas pada seleksi calon siswa bintara Polri.

MAKASSAR – Penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan menyelidiki dugaan kecurangan penerimaan Calon Siswa (Casis) Bintara Polri dibantu pengawas ujian dengan menggunakan bantuan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

"Ada beberapa yang kita sudah periksa (oknum Polri pengawas ujian). Belum kita ungkap detailnya, karena ini masih dalam pengembangan," ujar Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Efendi saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Kamis (15/5).

Dugaan kecurangan tersebut terungkap setelah beredar informasi calon siswa (casis) bintara dibantu anggota Polri yang menjadi pengawas ujian saat itu ikut membantu mengerjakan soal-soal tes akademik diduga kuat memanfaatkan AI.

Tujuan membantu casis tersebut dengan memberikan jawaban agar nilai yang diperoleh peserta tes tersebut tinggi hingga dinyatakan lolos seleksi.

Zulham menegaskan, dugaan pelanggaran itu bukan melibatkan calo, tetapi pengawas ujian anggota Polri berpangkat Brigadir Dua (Bripda) yang baru lulus sebagai bintara dan turut bekerja sama secara langsung dengan peserta tes.

"Kalau gambarannya itu bukan calo, tapi itu pengawas kelas (Bripda) yang bintara baru itu, bekerja sama dengan casis," ungkapnya.

Dengan kejadian tersebut, sejumlah pengawas kini menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran kode etik dan disiplin. Sedangkan bagi casis yang terbukti menerima bantuan jawaban langsung didiskualifikasi atau kepersertaannya dibatalkan.

"Sudah kita periksa pengawas kelas, (dikenakan) kode etik dan disiplin. Casisnya kita diskualifikasi," kata Zulham menegaskan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto yang dikonfirmasi terpisah menuturkan, dugaan para pengawas ujian ini memanfaatkan layanan AI seperti ChatGPT untuk memudahkan mencari jawaban selama proses ujian.

"Permasalahannya itu bukan joki (calo), tetapi dengan cara memberitahu jawaban ke peserta tes, setelah mencari jawaban dari ChatGPT," tuturnya.

Atas dugaan kecurangan tersebut, pihaknya menegaskan semua yang terlibat dikenakan tindakan tegas. Selain itu dijatuhi sanksi tegas bila terbukti terlibat praktik kecurangan tes casis itu.

"Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen kami menjaga integritas proses rekrutmen anggota Polri," kata Didik menekankan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.